Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Gereja berduka atas kondisi Nduga, pemerintah daerah diminta turun tangan

Suasana diskusi peluncuran buku “Konflik Nduga: Tragedi Kemanusiaan Papua” di aula Kampus USTJ, Jayapura. – Jubi/Hengky Yeimo.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Sinode Gereja Kingmi Papua Pdt Dr Benny Giay mengatakan gereja turut berduka terhadap umat Tuhan yang dibunuh aparat TNI/Polri dan kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga, Papua.  Giay menyatakan gereja juga berduka terhadap kondisi ribuan warga sipil Nduga yang mengungsi demi menghindari konflik bersenjata antara pasukan gabungan TNI/Polri dan kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya.

Hal itu dinyatakan Benny Giay usai menghadiri peluncuran buku “Konflik Nduga: Tragedi Kemanusiaan Papua” yang berlangsung di Jayapura, Selasa (30/7/2019). “Terkait dengan operasi militer yang dilakukan di Kabupaten Nduga sejak tanggal 2 Desember 2018, gereja mencatat ada 30.000 jemaat kami yang mengungsi  akibat operasi itu,” kata Giay.

Giay mengatakan kekerasan demi kekerasan terus berulang di wilayah yang hari ini menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Nduga, sejak tahun 1977 hingga kini. Situasi itu menjebak orang asli Papua di Nduga ke dalam pusaran kekerasan secara terus menerus.

Giay mempertanyakan kebijakan Jokowi dalam pembangunan infrastruktur di Papua, hingga membangun jalan di Kabupaten Nduga. “Jadi, Jokowi tahu bahwa ada separtis, Organisasi Papua Merdeka, tetapi memerintahkan proyek pembangunan jalan, hingga akhirnya terjadi kekerasan bersenjata [yang kini menimbulkan krisis kemanusiaan besar]. Kami sangat prihatin dengan kondisi itu,” ujar Giay.

Loading...
;

Ia juga menyayangkan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang cenderung menyalahkan Pemerintah Provinsi Papua maupun Pemerintah Kabupaten Keerom. Padahal, sejak awal Pemerintah Provinsi Papua dan sejumlah pemangku kepentingan di Papua telah tegas mengingatkan pemerintah pusat untuk segera menarik aparat keamanan dari Kabupaten Nduga. “Pemerintah kabupaten dan provinsi sudah ambil langkah, tegas  [meminta pemerintah pusat] untuk menarik militer dari Kabupaten Nduga. Tetapi kenapa Negara tidak merespon hal itu?,” Giay bertanya.

Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI), Pdt  Dorman Wandikbo menyatakan gereja telah berkirim surat kepada Presiden Jokowi, meminta operasi aparat keamanan di Nduga segera dihentikan. Wandikbo menyatakan operasi aparat gabungan TNI/Polri telah membuat ribuan warga sipil Nduga mengungsi, dan merekalah yang menjadi korban utama dari situasi keamanan di Nduga.

“Kami dari pihak gereja telah meminta agar TNI/Polri yang ada di Nduga segera ditarik. Kami telah menyurati kepada Presiden Joko Widodo dan Panglima dan Kapolri, dan tembusannya sudah disampaikan kepada pihak terkait di Papua. Kami meminta [penarikan pasukan gabungan TNI/Polri] , karena banyak warga sipil yang [menjadi] korban [atau terdampak] operasi itu,” tegas Wandikbo.

Wandikbo menyeru kepada Pemerintah Provinsi Papua maupun seluruh pemerintah kabupaten/kota di Papua untuk memberikan bantuan kepada warga sipil Nduga yang mengungsi di wilayah mereka. “Pengungsian yang ada di Kabupaten Lanny Jaya, Jayawijaya, atau Mimika harus diperhatikan oleh pemerintah daerah setempat. Jangan melihat bahwa mereka warga Nduga, bukan warganya, sehingga tidak dibantu,” kata Wandikbo. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top