Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Gereja Kingmi : 24 mahasiswa ditangkap di Mimika

Mahasiswa yang ditangkap dan ditahan Polres Mimika saat menggelar upacara bakar batu bersama Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme, (Lemasa). Jubi/Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Ketua Departemen Keadilan dan Perdamaian Koordinator Puncak Selatan dari Gereja KINGMI di Tanah Papua, Pendeta Deserius Adii mengatakan, pembubaran dan penangkapan sewenang-wenang telah dilakukan oleh Polres Mimika pada tanggal 19 September 2019. Polres Mimika menangkap aktivis mahasiswa sebanyak 24 orang.

“Di Polres polisi menahan 3 perempuan. Sementara jumlah 21 laki -laki semua ditahan di Polsek Mimika Baru. Termasuk satu staf Lemasa (Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme) ,” katanya kepada Jubi melalui sambungan selulernya, Jumat (20/9/2019).

Deserius Adii mengatakan, mereka ditahan itu ditangkap pada kegiatan bakar batu oleh mahasiswa dan pelajar yang sudah pulang ke tanah Papua.

“Bakar batu itu sebagai pemberitahuan kepada orang tua bahwa kita sudah pulang ke Tanah Papua,” katanya.
Adii mengatakan, acara itu dibubarkan paksa oleh TNI/Polri. Bahkan ada yang dipukul sampai sampai kepalanya Pecah, dan tangan kanannya mengalami cedera.

“Dalam insiden ini aparat sempat mengeluarkan tembakan namun tidak ada korban jiwa,” katanya.

Loading...
;

Deserius Adii menyebutkan nama-nama mereka yang ditahan di Polres Mimika.Tiga orang perempuan bernama Stella Tebai, Ross Koga dan Noviska Kogaa. Sedangkan 21 laki-laki orang ditahan di Polsek Mimika Baru adalah Ronal Tebay , Andi Waine, Mathias Walela, Antinius Erdi Wenda (tangan kiri panah dan dahi luka robek), Samuel Yobe, Herman Magal, Bertho Yobee, Ardi Murib, Dendy Poyokwa, Ishak Kadepa, Yesaya Gobay, Nando Edowai, Hosea Pigome, Ongenjep Kogaa, Hengki Yikim, Oskar Kamawoko, Dinus Kiwak, Jhoni Jangkup, Paskalis Omiyam, Paskalis Kevins Tabuni dan Ariep Nugroko ( Karyawan Lemasa Timika).

“Kami minta agar mereka segera dibebaskan karena mereka tidak melakukan apapun. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk beribadah dan Barapen sebagai ucapan syukur kalau mereka sudah tiba di Papua,” katanya.
Tokoh Pemuda Mimika Mesias Tatogo mengatakan, pembubaran dan penangkapan itu seharusnya tidak perlu, sebab mereka melakukan ibadah untuk memuji Tuhan.

“Kalau sampai terjadi penangkapan begini. Akan memperkeruh suasana. Sebab untuk menciptakan Mimika yang aman damai. Maka wajibnya untuk melakukan negosiasi dan hilangkan kecurigaan yang berlebihan terhadap mahasiswa ataupun aktivis,” katanya.

Dirinya berharap agar ke depannya aparat kepolisian tidak melakukan penangkapan sembarangan.“Karena ini akan membuat kepercayan terhadap kepolisian menurun. Padahal tugas aparat melindungi mengayomi masyarakat,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top