GKI Tabernakel pererat persaudaraan Kristiani lewat lomba paduan suara

GKI Tabernakel pererat persaudaraan Kristiani lewat lomba paduan suara

 

Para juara paduan suara kategori campuran saat menerima hadiah dari panitia – Jubi/Titus Ruban.

Nabire, Jubi – Gereja Kristen Injili (GKI) Tabernakel Oyehe Nabire sering melaksanakan lomba Paduan Suara (PS). Lomba ini bahkan tidak hanya diikuti kalangan GKI, namun sering melibatkan dedominasi gereje – gereja di Daerah ini (Katolik, Kingmi dan lainnya). Tujuannya,untuk mempererat tali persaudaraan antar umat kristiani.

Ketua Panitia lomba Paduan Suara (PS) GKI Tabernakel bermazmur in easter tahun 2019, Eliezer Korowa menjelaskan lomba digelar sejak 23 – 26 April di gedung GKI Tabernakel Oheye Nabire. Pada 23 April, acaranya adalah workshop bagi peserta. materinya tentang teknik bernyanyi dan dirigen.

“Sedangkan kegiatan kedua adalah lomba PS dan vokal grup. PS ada tiga kategori, yakni anak, remaja dan dewasa campuran, dengan total peserta ada 20,’” jelasnya.

Korowa bilang, kali ini antusiasme peserta bahkan berasal ari kabupaten tetangga yakni Manokwari dan Waropen. Kegiatan ini mengambil tema “Yesus bertakhta di atas puji – pijuan,”.

“Artinya, melalui PS warga kristiani di Nabire harus selalu memuji Tuhan dalam situasi apapun, kebesaran Tuhan harus di puji melalui puji – pujian,” ucapnya.

“Kita harap selalu ada kerukunan dan persahabatan antar umat Kristen dengan tidak membeda – bedakan, itu tujuan utamanya,” imbuhnya.

Wakil Ketua Badan Pekerja Klasis Nabire, Pdt. Kartini Sitinjak, mengapresiasi lomba yang diikuti oleh berbagai gereja di Nabire.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan salah satu sarana yang baik dalam membentuk generasi yang bertalenta dalam memuji Tuhan.

“Dan ini juga merupakan bagian dalam menghapus dinding – dingding pemisah dalam memuji dan menunjukan kesungguhan sebagai orang – orang Kristen. Tanpa memandang perbedaan,” ujarnya.

Hal senada dikatakan koordinator paduan suara (PS) Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Steven Sirken,

“Kegiatan seperti ini, dapat membangun kembali semangat persatuan dalam satu tubuh gereja Kristus. Jadi tidak membedakan apakah dia katolik, GKI, Kingmi, atau lainnya. Yang terpenting adalah kekristenannya,” ucapnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)