HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

GKII berharap pemerintah daerah di Papua dilibatkan dalam penanganan pengungsi Nduga

Foto ilustrasi, logo GKII – kemah-injil.org

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Badan Penggurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia atau BPP GKII berharap pemerintah daerah di Papua akan lebih dilibatkan dalam penanganan konflik bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua, maupun penanganan ribuan warga sipil Nduga yang mengungsi dan hidup dalam berbagai keterbatasan. BPP GKII menyatakan pengungsian ribuan warga sipil merupakan masalah kemanusian yang serius, dan harus ditangani tanpa membeda-bedakan latar belakang denominasi gereja, agama, ataupun persoalan identitas lainnya.

Pasca pembunuhan para pekerja PT Istaka Karya oleh kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga pada 2 Desember 2018 lalu, aparat gabungan TNI/Polri terus berupaya mengejar kelompok bersenjata tersebut. Operasi itu mengakibatkan ribuan warga sipil Nduga mengungsi, demi menyelamatkan diri dari konflik bersenjata itu.

Dalam keterangan pers di Jakarta pada Kamis (18/7/2019) lalu, Tim Solidaritas untuk Nduga mencatat konflik bersenjata yang terus berlanjut sejak Desember 2018 hingga Juni 2019 itu telah menyebabkan 177 orang telah meninggal dunia, dan membuat 5.000 lebih warga sipil mengungsi, meninggalkan tempat tinggalnya di Kabupaten Nduga. Sebagian warga sipil Nduga telah mengungsi ke sejumlah kabupaten tetangga seperti Lanny Jaya, Jayawijaya, dan Mimika, hidup dalam berbagai keterbatasan dan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang memadai.

Kondisi lebih mengenaskan dialami oleh ribuan warga sipil Nduga yang memilih bertahan di wilayah Nduga. Karena takut menjadi sasaran konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata itu, mereka telah mengungsi ke tempat yang sulit dijangkau di dalam wilayah Nduga, dan kini terisolasi dari dunia luar.

Loading...
;

Sesuai melantik Panitia Konferensi Nasional Gereja Kemah Injil Indonesia ke IX di Jayapura, Minggu (21/7/2019), Ketua Umum Badan Pengurus Harian Pusat GKII, Pdt Dr Daniel Ronda menyatakan situasi yang dialami ribuan warga sipil Nduga itu merupakan krisis kemanusiaan yang serius. Pdt Dr Daniel Ronda menegaskan, persoalan itu harus ditangani oleh seluruh pemangku kepentingan termasuk gereja, tanpa membeda-bedakan latar belakang denominasi gereja para pengungsi tersebut.

Daniel Ronda menyatakan BPP GKII telah bertemu dengan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) untuk membicarakan penanganan para warga sipil Nduga yang mengungsi itu. “Saya sudah dipanggil oleh PGI. Kami sudah menyampaikan aspirasi kepada PGI, [bahwa kasus ribuan warga sipil Nduga mengungsi adalah] persoalan kemanusiaan yang harus ditangani dengan serius,” katanya.

Pdt Dr Daniel Ronda juga berharap pemerintah daerah di Papua akan lebih dilibatkan dalam menengahi konflik bersenjata di Nduga, maupun menangani ribuan warga sipil yang mengungsi itu. “Kami berharap pemerintah daerah diberi kepercayaan yang lebih luas untuk ikut menengahi persoalan itu,”ungkap Pdt Dr Daniel Ronda.

Aktivis Sekretariat Perdamaian Keutuhan Ciptaan Tuhan Fransiskan Papua, Pastor Eddy Doga OFM, menyatakan persoalan politik apapun tidak bisa dijadikan dasar untuk membiarkan persoalan kemanusiaan yang kini tengah dialami ribuan warga sipil Nduga yang mengungsi itu. Ia menegaskan rasa kemanusiaan seharusnya bisa menyatukan semua pihak untuk segera menangani krisis kemanusiaan yang dialami para warga sipil Nduga yang mengungsi itu.

“Kita [seharusnya] bersatu dan menyelamatkan manusia dan alam Papua. Khususnya, ribuan warga sipil Nduga yang kini mengungsi dan hidup dalam berbagai keterbatasan,” kata Doga, Minggu (21/07/2019).(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)