Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Gojek bantu korban mengusut penipuan Rp28 juta di Papua

Ilustrasi, pixabay.com

Pelaku mengaku saldo GoPay di akunnya sedang bermasalah sehingga dia meminta korban untuk mengirim uang ke akun pribadinya agar pesanan bisa dibeli

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Gojek menyatakan akan mendampingi korban penipuan di Sorong, Papua yang kehilangan Rp28 juta karena diretas setelah menggunakan aplikasi tersebut. Gojek sudah menemui korban dan memberi penjelasan atas kasus ini, mereka akan mendampingi korban sampai pelaku ditemukan dan uang yang dibobol dari akun bank korban dikembalikan.

“Sangat disayangkan Ibu Prameswara dan salah satu mitra pengemudi kami telah menjadi korban dari modus penipuan berbasis social engineering melalui telepon yang mengatasnamakan Gojek,” kata Head of Regional Corporate Affairs Gojek for East Indonesia, Mulawarman, Kamis, (9/1/2020).

Baca juga : Bom di Polresta Medan, Gojek : Kami telah menghubungi pihak berwajib

Warga Jayapura masih bayar layanan Gojek Jayapura yang lebih mahal dari batas atas Permenhub

Loading...
;

Lika-liku pengemudi Grab dan Gojek di Jayapura

Menurut Mulawarman, peran Gojek membantu korban untuk menyediakan bukti-bukti yang dibutuhkan dalam proses pembuatan laporan ke pihak kepolisian.

Tercatat seorang penyiar Radio Republik Indonesia (RRI) di Sorong, Prameswara, kehilangan uang Rp28 juta di akun bank karena ditipu pelaku yang mengaku sebagai pengemudi Gojek. Penipuan diketahui usai dia memesan makanan lewat layanan pesan-antar makanan GoFood.

Peristiwa itu terjadi pada 6 Januari lalu, Prameswara memesan makanan dan menggunakan pembayaran lewat dompet digital GoPay. Dia kemudian ditelepon oleh seorang yang mengaku sebagai pengemudi Gojek, yang mengambil pesanan GoFood.

Pelaku mengaku saldo GoPay di akunnya sedang bermasalah sehingga dia meminta korban untuk mengirim uang ke akun pribadinya agar pesanan bisa dibeli. Setelah itu dia memberi instruksi pada korban untuk mengirim uang menggunakan e-banking atau ATM.

Korban, yang tidak curiga mengikuti anjuran tersebut. Dia baru sadar ada yang tidak beres setelah menerima SMS dari bank. Korban pun ke bank untuk membuat cetak rekening koran, dia kehilangan Rp28 juta setelah transaksi dengan penipu. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top