HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Gubernur Enembe : Papua akan jadi tuan rumah Governor’s Climate and Forest task force 2021

Gubernur Enembe : Papua akan jadi tuan rumah Governor’s Climate and Forest task force 2021

Gubernur Papua Lukas Enembe saat berbicara di forum Governor’s Climate and Forest (GCF) Task Force, Kolombia – Jubi/Victor M

Phoenix, Jubi – Gubernur Papua. Lukas Enembe menghadiri konferensi tahunan Governor’s Climate and Forest (GCF) Task Force di Caqueta, Kolombia, 1-3 Mei 2019.

Gubernur Enembe hadir dalam konferensi ini sebagai pembicara pada sesi GCF Governor and Partners di Kota Florencia.  Sesi ini dihadiri sekitar 50 gubernur dari seluruh dunia yang wilayahnya memiliki hutan tropis.

“Dari Indonesia, selain Papua ada juga Gubernur Kalimantan Timur, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat dan Papua Barat. Papua sebagai pemilik hutan tropis ketiga terbesar di dunia setelah Amazon dan Kongo Bazin diundang sebagai pembicara dalam sesi pemerintah dan mitra GCF,” kata Gubernur Lukas Enembe, di Phoenix, Amerika Serikat kemarin.

Dalam konferensi tersebut, Enembe menyampaikan Papua sebagai pemilik hutan tropis siap berkontribusi sebagai paru-paru dunia.

“Papua siap menjaga 90 persen hutan tropisnya. Tapi kami butuh bantuan. Sebab menjaga hutan tidaklah mudah. Karena besarnya tantangan yang kita hadapi, seperti pembalakan hutan dan perkebunan skala besar yang massif di Papua,” ujarnya.

Meskipun demikian, Enembe yakin cara masyarakat adat Papua memandang hutan sebagai “mama” merupakan satu kekuatan yang bisa berkontribusi dalam keberlanjutan hutan tropis Papua sekaligus menjaga Papua sebagai paru-paru dunia dan ketahanan iklim.

Menurutnya, sekitar 85 persen hutan di Papua masih utuh dan sekitar 90 persen masyarakat adat Papua yang tinggal di atau dekat hutan.

“Karena itu, kita ikut berkomitmen untuk pertumbuhan ekonomi hijau yang mengakui keberadaan masyarakat adat,” lanjutnya.

Usai berbicara pada forum tersebut, Gubernur Enembe mengajukan Papua sebagai tuan rumah konferensi selanjutnya. Pengajuan ini disetujui oleh forum GFC.

“Papua akan jadi tuan rumah GCF 2021 setelah salah satu negara di Afrika menjadi tuan rumah pada tahun 2020,” kata Enembe.

Diketahui, GCF Task Force bekerja untuk melindungi hutan tropis, mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, dan mempromosikan jalur realistis untuk pembangunan pedesaan pemeliharaan hutan.

GCF mencakup negara bagian dan provinsi tropis yang memimpin dalam membangun program yurisdiksi yang kuat untuk melindungi hutan dan iklim sambil meningkatkan mata pencaharian masyarakat di perkampungan. GCF juga mencakup satu-satunya yurisdiksi di dunia (California) yang mempertimbangkan ketentuan yang akan mengakui pengurangan emisi dari program REDD +  sebagai bagian dari program pembatasan dan perdagangan. Khususnya, GCF mencakup kelompok besar negara bagian dan provinsi di negara-negara hutan tropis yang penting seperti Brasil, Indonesia, Meksiko, dan Peru. Negara bagian dan provinsi di negara-negara ini memiliki koordinator  GCF mereka sendiri yang mendukung upaya berkelanjutan mereka untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi praktik terbaik, dan mengembangkan posisi bersama.  (*)

Editor: Syam Terrajana

Artikel ini telah direvisi pada Jumat (10/5/2019) pukul 21:45 WP. Sebelumnya artikel ini berjudul Gubernur Eenembe : Papua akan jadi tuan rumah Green Climate Funds 2021.

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)