Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Gubernur Papua akan panggil Bupati Keerom

Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Hery Dosinaen. – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe akan segera memanggil Bupati Keerom Muhammad Markum untuk meminta penjelasan terkait macetnya proses pengusulan pelatikan Wakil Bupati Keerom. Hal itu dinyatakan Sekretaris Daerah Provinsi Papua Hery Dosinaen di Jayapura, Kamis (18/7/2019).

Jabatan Wakil Bupati Keerom telah kosong sejak ditinggalkan Muhammad Markum yang harus naik menjadi Bupati Keerom, setelah Bupati Keerom sebelumnya, Celcius Watae meninggal dunia pada 10 Januari 2018. Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Keerom pada 26 November 2018 telah memilih Piter Gusbager sebagai Wakil Bupati Keerom dalam periode sisa waktu 2018-2021. Akan tetapi hingga kini Gusbager belum juga dilantik menjadi Bupati.

Dosinaen menyatakan Pemerintah Provinsi Papua akan menggelar rapat bersama Pemerintah Kabupaten Keerom untuk mencari solusi atas macetnya proses pengusulan pelantikan Wakil Bupati Keerom itu. Dosinaen menyatakan proses pengusulan itu macet gara-gara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai pengusung Celcius Watae-Muhammad Markum dalam Pemilihan Kepala Daerah 2015 lalu belum menerbitkan rekomendasi bagi Gusbager untuk mengisi jabatan Wakil Bupati Keerom.

“Kami  berulangkali memanggil Pak Bupati Keerom dan semua dinas terkait untuk rapat bersama. Kementerian Dalam Negeri [meminta] rekomendasi PKS [terkait usulan Gusbager mengisi posisi Wakil Bupati Keerom, namun rekomendasi itu] belum dikeluarkan. Kami ingin mendengar langsung alasan [PKS tidak menerbitkan rekomendasi itu], dengan harapan proses pengusulan pelantikan Wakil Bupati tidak menuai masalah,” kata Hery Dosinaen.

Loading...
;

Dosinaen menyatakan proses pengusulan Gusbager harus segera dituntaskan, mengingat masyarakat Keerom sudah mempertanyakan mengapa Gusbager tidak kunjung dilantik menjadi Wakil Bupati Keerom. “Ini harus segera diselesaikan. Jangan sampai [proses] itu terhambat, lalu gejolak-gejolak masyarakat, yang tentunya sangat berpotensi [menimbulkan konflik] horisontal maupun vertikal,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekertaris Dewan Adat Kabupaten Keerom, Laurens Borotian mengatakan masyarakat Keerom mendesak Bupati Keerom Muhammad Markum tidak mempersulis proses pengusulan pelantikan Gusbager menjadi Wakil Bupati Keerom. Borotian menyatakan macetnya proses pengusulan pelantikan Gusbager itu melukai rasa keadilan masyarakat adat di Keerom.

“Bupati Keerom menginjak hak kami. Kami minta Wakil Bupati di lantik dalam bulan Juli ini. Jika tidak, kami akan melakukan pemalangan sesuai adat kami. Untuk daerah ini, kami sebagai masyarakat adat menegaskan posisi Wakil Bupati Keerom harus diberikan kepada anak asli Papua, sesuai hasil pemilihan DPRD Keerom,” kata Borotian. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top