Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Gubernur resmikan sejumlah infrastruktur penting di Papua

Gubernur Papua, Lukas Enembe saat meresmikan Gedung II DPR Papua – Jubi/Arjuna Pademme

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua, Lukas Enembe meresmikan gedung II DPR Papua berlantai 14, dan mes DPR Papua berlantai empat di jalan Percetakan dan ring road atau jalan lingkar dari Pantai Hamadi, Distrik Jayapura Selatan ke Skyline, Distrik Abepura, Kota Jayapura dengan panjang 3,27 kilometer.

Peresmian dilakukan di kantor DPR Papua pada Kamis (1/8/2019), bersamaan dengan launching maskot PON XX dan sayembara pembuatan konten kampanye digital PON XX dan PEPARNAS XVI.

Peresmian gedung II DPR Papua, ring road dan mes DPR Papua ditandai dengan penandatangan prasasti dan gunting pita oleh Gubenur Papua, Lukas Enembe. Sementara Launching maskot PON XX dan sayembara pembuatan konten digital campaign PON XX dan PEPARNAS XVI ditandai dengan menekan tombol sirine.

Lukas Enembe mengatakan, gedung dua DPR Papua dengan konstruksi 14 lantai merupakan keinginan, cita-cita dan harapan yang selama ini diperjuangkan DPR Papua sebelum periode 2014-2019, namun baru tercapai pada 2016.

Loading...
;

“Mereka sudah punya keinginan. Rancangan besar membangun sebuah gedung mewah. Namun tidak pernah tercapai. Kini pada periode DPRP 2014-2019, ini terwujud. Ketika disampaikan ke saya, saya katakan saya setuju. Gambar gedung ini sudah ada sebelumnya. Kami masuk dengan gambar yang sudah ada,” kata Lukas Enembe.

Kata Enembe, terwujudnya pembangunan geduang II DPRP dan mes DPRP merupakan keseriusan Pemprov Papua dan kerja keras pimpinan dan anggota DPRP.

Sementara untuk ring road lanjutnya, pembangunannya dimulai pada 2010, saat Barnabas Suebu menjabat Gubernur Papua. Namun belum rampung hingga yang bersangkutan mengakhiri jabatannya.

“Kami lanjutkan pembangunan dan pembebasan lahannya. Ring road ini dibangun sejak 2010-2019. Padahal jaraknya hanya pendek. Saya harap ring road bisa mengurangi kemacetan di Kota Jayapura. Jalan ini merupakan poros utama,” katanya.

Selain penyelesaian pembangunan ketiga infrastruktur itu tak kalah pentingnya adalah persiapan pelaksanaan PON XX di Papua, 2020 mendatang.

Untuk itu kata Enembe, pada kesempatan tersebut dilaunching launching maskot PON XX dan sayembara pembuatan konten digital campaign PON XX dan PEPARNAS XVI.

“Logo dan maskot PON dapat dipakai siapa saja di seluruh Indonesia. Sponsor-sponsor bisa ambil logo dan maskot kita, untuk sayembara pembutan Konten digital PON 2020 dan Papernas XVI,” ucapnya.

Sementara Sekretaris Dewan (Sekwan) DPR Papua, Julia Waromi mengatakan pembangunan gedung DPR Papua sejak Juni 2016-2019 menghabiskan anggaran sebesar Rp 222 miliar 648 juta lebih.

Pada tahap pertama untuk pengerjaan pondasi dan struktur lantai I hingga VII menelan dana Rp 72 miliar, 455 juta lebih yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (BUMN).

Pembangunan tahap kedua penyelesaian struktur lantai VII hingga XIV, helipad, pekerjaan arsitekur dan lainnya senilai Rp 152 miliar, 192 juta lebih yang dikerjakan PT Brantas Adipraya.

Untuk lahan parkir guna mencegah kemacetan di Kota Jayapura, maka dalam rangkaian pembangunan gedung II DPR Papua telah dibangun parkiran di lahan seluas 3.960 meter persegi. Parkiran yang dapat menampung 500 kendaraan roda empat dikerjakan oleh PT Simon Jaya Abadi dengan anggaran Rp 18 miliar 888 juta lebih dari total anggaran hingga tahap akhir sebesar Rp 55 miliar, 334 juta lebih.

Sementara untuk mess DPR Papua berlantai IV, dialokasikan anggaran bersumber dari APBD Papua tahun anggaran 2007 sebesar Rp 5 miliar. Namun karena kendala teknis pembangunan mes tidak dapat dilanjutkan. Barulah pada 2013 dengan tambahan dana APBD Papua sebesar Rp 6 miliar dan tambahan dana pada 2018 sebesar Rp 5 miliar untuk melanjutkan pembangunan, akhirnya pembangunan mess 54 kamar itu dapat dirampungkan.

“Mess dapat digunakan anggota dewan dan penginapan umum terutama untuk menghadapi PON XX dengan 54 kamar,” kata Julia Waromi.

Terkait dengan pengelolaan mes DPR Papua lanjutnya, pimpinan dan anggota dewan serta sekretaris DPR Papua, yaitu membuka peluang kerja bagi orang asli Papua yang memiliki potensi dibidang perhotelan baik manejer mes maupun karyawan mes.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Papua, Gerius Yoman mengatakan anggaran pembangunan riang road bersumber dari APBD Papua dan APBN.

“Dari pantai Hamadi ke arah Vihara (Skyline) sepanjang 2,7 kilometer dikerjakan Dinas PUPR Papua dengan anggaran Rp 783 miliar, 916 juta lebih. dari arah Vihara ke pantai Hamadi sepanjang 0.57 kilometer dikerjakan Balai Besar wilayah Papua dengan anggaran Rp 234 miliar 986 juta lebih,” kata Gerius Yoman.

Ia berharap, difungsikannya ring road ini dapat memperlancar arus lalu lintas dan mengurangi kemacetan di Kota Jayapura dan mendukung pelaksanaan PON di Papua.

Sementara, Ketua DPR Papua Yunus Wonda menambahkan, kehadiran gedung II DPR Papua untuk menunjang kinerja dewan, karena gedung lama sudah tidak memungkinkan lagi untuk jumlah anggota DPR Papua kini 69 orang yang dulunya hanya 44, kemudian bertambah menjadi 55 pada 2009-2014.

“Memang gedung ini terkesan mewah kini, namun saya yakin 5-10 tahun ke depan akan banyak gedung yang lebih mewah dari gedung II DPRP,” kata Wonda.

Dengan kehadiran gedung ini diharapkan dapat menambah kinerja anggota dewan dan menularkan (mempererat) semangat kebersamaan karena setiap anggota DPRP akan memiliki ruang kerja masing-masing.

“Begitu juga dengan mes DPRP. Kami harap dapat menunjang kinerja anggota dewan. Mess ini mesti dikelolah dengan baik sehingga dapat menyumbang PAD bagi daerah. Selain itu, mes juga dapat digunakan menampung atlet saat PON XX,” ucapnya. (*)

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top