Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Gubernur: Sengketa tanah hambat pembangunan di Papua

Gubernur Papua, Lukas Enembe saat menandatangani prasasti peresmian gedung II DPRP, Mes DPRP dan ring road – Jubi/Arjuna.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua, Lukas Enembe menyatakan masalah tanah (klaim hak ulayat) merupakan salah satu faktor terhambatnya pembangunan di Papua.

Pernyataan itu dikatakan Lukas Enembe saat meresmikan gedung II DPR Papua, Mes DPR Papua dan Ring Road di kantor DPR Papua, Kamis (1/8/2019).

Ia mencontohkan pembangunan Ring Road di Kota Jayapura yang menghubungkan Pantai Hamadi, Distrik Jayapura Selatan dengan Skyline, Distrik Abepura, butuh waktu sembilan tahun (2010-2019) untuk menyelesaikan pengerjaan jalan lingkar sepanjang 3,27 kilometer (km) itu.

“Masalah tanah ini menghambat pembangunan di Papua. Ring road ini dibangun sejak 2010-2019. Padahal jaraknya hanya pendek. Semua di Papua sama. Jadi bagaimana e?” kata Lukas Enembe.

Loading...
;

Katanya, dalam pembangunan fasilitas publik di Papua masih banyak masyarakat yang mengklaim lokasi pembangunan sebagai hak ulayat mereka meski pemerintah sudah melakukan ganti rugi.

“Kebiasaan orang Papua menghambat semua pembangunan. Bayangkan APBD 2010 (untuk Ring Road), jalan sudah dimulai (pembangunan Ring Road). Sampe (akhirnya) macet karena tanah ini semua belum diselesaikan,” ujarnya.

Pemerintah menurut Enembe, harus menyelesaikan pembayarannya kepada setiap keluarga yang mengklaim sebagai pemilik hak ulayat yang dilalui Ring Road.

“Model begini tidak bisa. Ring Road ini dibangun 2010 hingga 2019. Pendek kecil ini (pembangunannya) menghabsikan sembilan tahun. Menghabiskan waktu cukup lama,” ucapnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top