Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Gugatan perbuatan melawan hukum Kapolres Mimika mulai disidangkan

Sidang pembacaan gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan Sem Asso kepada tergugat Kepala Kepolisian Resor Mimika di Pengadilan Negeri Timika, Senin (8/4/2019). – Jubi/Istimewa

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan Sem Asso, pemilik tanah dan bangunan Sekretariat Komite Nasional Papua Barat atau KNPB di Timika, ibukota Kabupaten Mimika, mulai disidangkan, Senin (8/4/2019). Kepala Kepolisian Resor Mimika digugat melakuan perbuatan melawan hukum karena polisi menduduki Sekretariat KNPB sejak 31 Desember 2018.

Surat gugatan Sem Asso, pemilik tanah dan bangunan Sekretariat KNPB di Komplek Sosial, Timika, itu dibacakan di Pengadilan Negeri Timika, Senin, setelah upaya mediasi yang antara Sem Asso dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mimika gagal. Mediasi sejak itu gagal karena Kapolres Mimika tidak menghadiri proses mediasi pada 4 Maret lalu.

“(Dengan demikian,) sidang perdata perbuatan melawan hukum dengan nomor perkara 10/Pdt.G/2019/PN.Timika yang diajukan penggugat Sem Asso terhadap tergugat Kapolres Mimika mulai disidangkan Senin,”ujar Gustaf Kawer pengacara pengugat kepada redaksi Jubi melalui releasenya, Selasa (8/4/2019).

Kawer menyatakan penggugat Sem Asso adalah pemilik sah tanah seluas 375 meter persegi di Komplek Sosial, Timika, yang dijadikan Sekretariat KNPB. Kawer Kepemilikan tanah Asso itu didasarkan Surat Rekomendasi dari Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) Nomor 063/SR-PTA/PJS-LEMASA/V/2014 tertanggal 19 Mei 2014.

Loading...
;

Surat itu, menurut Kawer mengakui bagunan gedung  berlantai dua, yang dibangun sejak 13 September 2013 hingga 31 Desember 2013 merupakan milik Asso. Asso membangun gedung itu dari uang pribadinya, maupun bantuan sejumlah warga.

Sekretariat KNPB diambil alih Kepolisian Resor Mimika pada 31 Desember 2018, saat polisi membubarkan ibadah syukuran lima tahun pendirian Sekretariat KNPB di halaman sekretariat. Polisi dinilai telah sewenang-wenang menduduki bangunan milik Asso, sehingga Asso mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum itu. Pada 28 Maret 2019 lalu, Sem Asso bersama-sama Yanto Arwekion dan Edo Dogopia telah diajukan sebagai terdakwa kasus makar yang juga disidangkan di Pengadilan Negeri Timika.

Agust Kossay, Ketua umum Komite Nasional Papua Barat mengatakan pihaknya mendukung penuh segala upaya hukum yang ditempuh Koalisi Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua selaku tim kuasa hukum Asso. “Kami serahkan semua (proses gugatan perbuatan melawan hukum itu) kepada pengacara kami. Kami akan mendidik bangsa ini taat kepada hukumnya sendiri,”ungkap Kossay kepada jurnalis Jubi.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top