Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Gugatan praperadilan aktivis Papua diputuskan petang ini

Hukum dan keadilan – Jubi/9wiki.net

Surya Anta dan kawan-kawan mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2019) terkait penetapan tersangka terhadap keenam orang tersebut oleh Polda Metro Jaya.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Gugatan praperadilan aktivis Papua, Surya Anta dan kawan-kawan terhadap Polda Metro Jaya terkait penetapan status tersangka makar diputuskan sore ini oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Iya betul hari ini jam 15.00 di PN Jaksel putusan praperadilan Surya Anta dan kawan-kawan, ” kata tim kuasa hukum Surya Anta, Okky Wiratama, Selasa, (10/12/2019).

Baca juga : Aktivis Papua Barat didakwa dengan UU ITE, pengacara langsung eksepsi

Solider berunjukrasa menolak penggunaan pasal makar kepada aktivis Papua

Loading...
;

Polda Metro Jaya mangkir, praperadilan aktivis Papua ditunda

Gugatan praperadilan Surya Anta telah bergulir sejak 11 November 2019, dengan sidang perdana menghadirkan para pihak, yakni penggugat dan tergugat.

Pada sidang pertama, Polda Metro Jaya selaku tergugat tidak menghadiri persidangan, hingga hakim tunggal Agus Widodo menunda persidangan pada 25 November 2019.

Selanjutnya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah melakukan serangkaian agenda sidang setelah sidang pertama digelar, yakni mulai dari pembacaan permohonan, mendengarkan jawaban termohon, mendengarkan keterangan saksi ahli hingga pembuktian. Okky berharap pengadilan mengabulkan apa yang menjadi tuntutan kliennya.

“Harapannya tentu kami berharap hakim dapat mengabulkan tuntutan kami yakni menyatakan proses penggeledahan, penangkapan, penetapan tersangka klien kami tidak sah,” kata Okky menambahkan.

Surya Anta dan kawan-kawan mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2019) terkait penetapan tersangka terhadap keenam orang tersebut oleh Polda Metro Jaya.

Gugatan terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 133/Pid.Pra/2019/PN JKT.SEL. Keenam tersangka, yakni Dano Tabuni, Charles Cossay, Ambrosius Mulait, Isay Wenda, Ketua Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Surya Anta Ginting dan Arina Elopere.

Gugatan praperadilan diajukan Surya Anta dan kawan-kawan melalui kuasa hukumnya, Okky Wiratama dan tim dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Surya Anta mengajukan praperadilan sebelumnya karena telah ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan makar pada aksi 28 Agustus lalu di Istana Negara. Ia dan teman-temannya ditangkap oleh Polda Metro Jaya pada 30 dan 31 Agustus 2019.

Selain karena penetapan status tersangka yang dinilai tidak sah, alasan lainnya, yakni banyak prosedur lainnya yang juga tidak sah antara lain penggeladahan tidak sah karena tanpa memiliki surat izin dari Pengadilan Negeri setempat, tanpa disaksikan oleh dua saksi, yakni RT dan RW setempat serta penyitaan yang tidak sah.

Penyidik Polda Metro Jaya, Senin (18/11/2019) telah menyerahkan berkas perkara enam tersangka kasus pengibaran Bendera Bintang Kejora di depan Istana Merdeka ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top