Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Gugatan terhadap kantor pemilu Kepulauan Marshall akan diteruskan

Kota suara dalam pemilihan umum Kepulauan Marshall di Majuro pada pemilu nasional 2015. – Marianas Variety/ Hilary Hosia

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Majuro, Jubi – Gugatan perdata yang diajukan terhadap Kantor Pemilihan Umum Kepulauan Marshall, untuk kembali memberlakukan sistem pemilu lewat pos telah berhasil memenangkan halangan pertamanya pada Rabu lalu (19/6/2019), ketika Hakim Pengadilan Tinggi, Witten Philippo, menolak mosi kantor Kejaksaan Agung Kepulauan Marshall untuk membatalkan kasus tersebut.

Hakim Philippo mengeluarkan putusan sepanjang empat halaman, menolak mosi yang diajukan oleh kantor Kejaksaan Agung untuk membatalkan gugatan yang diajukan oleh warga negara Kepulauan Marshall yang menetap di Hawai’i, Betwel Lekka.

Gugatan Lekka terhadap Ketua Kantor Pemilihan Umum negara itu, Benjamin Kiluwe, yang diajukan akhir Maret lalu oleh pengacara Jack Jorbon dan Atbi Riklon, adalah salah satu dari dua tuntutan hukum yang saat ini sedang diproses di Pengadilan Tinggi, yang berupaya untuk mengembalikan hak suara pemilu lewat pos setelah dihapus melalui amandemen atas UU tentang Pemilu dan Referendum oleh Nitijela (parlemen) 2016.

Gugatan lainnya, yang diajukan oleh Evelyn Konou dan Anna Lehman, belum ditanggapi kantor Kejaksaan Agung. Tanggapan Jaksa Agung atas tuntutan Konou dan Lehman diharapkan akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat ini, mengingat jangka waktu 60 hari yang diizinkan untuk merespons gugatan itu akan segera berakhir. Pemilu nasional berikut Kepulauan Marshall adalah 18 November 2019. (Marianas Variety)

Loading...
;


Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top