Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Hadapai Persela, laga Persipura kali ini berasa tandang

Pelatih Persipura Jacksen Tiago dan salah satu pemainnya Oh In-Kyun saat memberikan keterangan pers – Jubi/Media Officer Persipura.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Mutiara Hitam julukan Persipura Jayapura kembali akan melanjutkan laga home menghadapi tamunya Persela Lamongan pada Minggu (15/9/2019) yang berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

Laga home ini pun berasa away, karena laga home tersebut berada di wilayah Jawa Timur di mana Persela Lamongan juga berada di Jawa Timur. Di laga tersebut, PSSI selaku operator liga telah memastikan bahwa laga ke 16 bagi Persipura dan laga ke 18 bagi Persela Lamongan tanpa penonton.

Pelatih Kepala Persipura Jayapura melalui sambungan telepon selularnya kepada Jubi, Sabtu (14/9/2019) mengatakan, Boaz Solossa dan kawan-kawan dalam kondisi sehat dan siap untuk diturunkan pada laga tersebut.

“Kondisi anak-anak baik dan tidak ada masalah cidera dan kartu, sehingga kami tim pelatih bisa memanfaatkan semua kekuatan yang ada. Hanya Marinus Wanewar yang belum bisa diturunkan karena masih menajalani proses pemulihan pasca cidera,” katanya.

Loading...
;

Lanjut JFT sapaan akrabnya, Boaz Solossa dan kawan-kawan moodnya sedang bagus dan memiliki motivasi tinggi untuk meraih kemenangan kedua dilaga kandang berasa tandang.

“Apa yang kami rencanakan ini semoga bisa bermanfaat untuk meraih hasil maksimal,” ujarnya.

Soal target, JFT mengatakan setiap tim yang berlaga dalam kompetisi Shopee Liga 1 2019 memiliki target yang sama yaitu meraih kemenangan di setiap pertandingan.

“Target saya adalah menempatkan tim Persipura diposisi yang layak dan pantas pada kompetisi tahun ini. Pertandingan besok sama dengan pertandingan ketika kami meraih kemenangan atas Persija, Kalteng, Borneo dan beberapa laga sebelumnya,” katanya.

Disinggung soal pemindahan home base dari Jayapura ke Tenggarong dan kemudian pindah lagi ke Sidoarjo apakah mempengaruhi persiapan tim, kata JFT dirinya selalu berpikir positif soal pemindahaan home base bagi Persipura.

“Saya rasa tidak ada masalah karena masih berada di wilayah Indonesia. Tetapi harapan kami adalah bermain di Papua, dihadapan pendukung dan suporter kami, tetapi kondisi seperti itu jadi kami tidak mau melihat yang buruknya tetapi kami melihat dasi sisi baiknya yaitu bermain di bukan di Papua sama saja dengan menguji mental anak-anak,” ujarnya.

Dikatakan, dengan bermain di luar kandang dengan jumlah laga yang banyak akan membantu dirinya mengasah mental anak didiknya dalam berkompetisi.

“Kalau nanti diakhir kompetisi Persipura menempati posisi yang lebih baik lagi, maka kami akan tetap dipuji karena hasil yang kami raih sangat berbeda dengan tim-tim lain yang bisa meraih kemenangan dengan mudah di laga kandang karena ada dukungan langsung dari suporternya. Sedangkan kami tidak, ini akan menjadi memori yang lama untuk diingat bagaimana kami berjuang,” katanya.

Sementara, Sekretaris Umum Persipura Jayapura Rocky Bebena mengatakan dengan pemindahan homebase selama kompetisi sangat merugikan tim dalam melakoni kompetisi yang konsekuensi nya menjadi tim musafir.

“Rugi jelas, harusnya kita main di Jayapura lebih bagus. Jangankan ke Sidoarjo, di Aji Imbut saja juga kami rugi, tapi konsekuensi jadi tim musafir harus tetap jalan,” ujarnya singkat. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top