Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Hampir tiga pekan vakum, ORI Papua Barat soroti Unipa Manokwari

Kampus Unipa kembali normal, setelah tiga pekan vakum karena penolakan pemindahan FKIP dari kampus induk ke kabupaten Mansel. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Polemik di internal kampus Unipa Manokwari terkait pemindahan FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dari kampus induk di Manokwari ke kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), berakhir damai setelah civitas akademika melakukan pertemuan internal pada Sabtu akhir pekan lalu.

Salah paham antara Rektor, dosen, karyawan serta  mahasiswa terkait wacana pemindahan FKIP,  mengakibatkan kampus Unipa tak beraktivitas hampir tiga pekan sejak tanggal 13 Agustus 2019. Kondisi inipun mendapat sorotan Ombudsman RI perwakilan Papua Barat.

Kepala perwakilan ORI Papua Barat, Musa Y.Sombuk, mengatakan inisiatif ORI Papua Barat  turut melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap layanan publik kampus Unipa karena telah lebih tiga pekan vakum.

Sombuk mengatakan, ada sejumlah catatan penting yang harus segera direspons oleh pimpinan Unipa sehingga tidak berdampak pada lumpuhnya aktivitas kampus.

“Kampus Unipa Manokwari tidak melakukan aktivitas sejak 13 Agustus 2019.  Setelah adanya protes mahasiswa dan perangkat akademika tentang pemindahan FKIP ke Mansel, karena diduga cenderung merugikan mahasiswa,” ujar Sombuk Senin (2/9/2019), di ruang kerjanya.

ORI Papua Barat menduga telah terjadi mal administrasi dalam pemindahan FKIP Unipa ke kabupaten lain (Mansel), karena sarana dan prasana penunjang aktivitas kampus FKIP di Mansel haruslah melalui prosedur yang tepat dan memenuhi kriteria sebuah kampus.

Loading...
;

“Ada sejumlah catatan yang harus ditindak lanjuti oleh Rektor Unipa, seperti melantik para  dekan dalam minggu ini. Setelah itu, dilakukan rapat senat untuk menentukan langkah-langkah strategis untuk selamatkan kampus Unipa. ORI Papua Barat dalam hal ini tidak mengintervensi, namun tetap dalam posisi mengawasi dan mendorong layanan publik” ujarnya.

Sombuk mengatakan, perlu dilakukan optimalisasi aset dan perangkat kampus yang ada. Sehingga, wacana pemindahan FKIP ke kabupaten lain tidak menimbulkan polemik yang mengganggu aktivitas kampus.

“Gedung dan perangkat yang ada di lingkungan kampus, perlu dioptimalkan. Jika ada gedung yang sampai saat ini tidak terpakai, sebaiknya difungsikan kembali sebagai tempat kuliah FKIP. Sambil Universitas menyiapkan segala perangkat di Mansel untuk pemindahan FKIP, jika memang itu bagian yang sudah terprogram,” ujar Sombuk.

Sementara, Ir. Derek  Erari, Wakil Rektor bidang akademik membenarkan adanya aksi protes mahasiswa, dosen dan karyawan Unipa terkait dengan rencana pemindahan FKIP ke Mansel (Manokwari Selatan). Sikap protes itupun berujung dikakukannya pemalangan kampus Unipa.

Namun, hasil pertemuan pada Sabtu pekan lalu, telah disepakati bahwa pemindahan FKIP ke Mansel ditunda untuk tahun ini, sambil melengkapi semua fasilitas yang dibutuhkan.

“Memang mereka protes, karena fasilitas tidak lengkap seperti asrama dll. Maka keputusan universitas, kita tunda, dan mahasiswa FKIP tetap berkuliah di kampus induk. Nanti setelah lengkap baru dipindahkan,” ujar Erari.

Alasan pemindahan FKIP ke Mansel, kata Erari, untuk memperluas  dan juga  karena selama ini FKIP belum memiliki gedung sendiri di kampus induk.

“Ini hanya dalam rangka perluasan kampus Unipa. Kebetulan FKIP sendiri belum punya gedung di kampus induk, oleh karena itu melalui kerjasama dengan Pemda Mansel, di sana mereka bersedia berikan lahan dan bangun gedung untuk FKIP,” ujarnya. (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top