Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Hanya Kabupaten Jayapura yang punya Hari Kebangkitan Masyarakat Adat

Masyarakat mengunjungi ke anjungan pameran pada perayaan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat pada Kamis (24/10/2019). – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejak enam tahun lalu, masyarakat adat di Kabupaten Jayapura memeringati Hari Kebangkitan Masyarakat Adat. Aktivis pemberdayaan masyarakat adat, Abdon Nababan menyatakan Kabupaten Jayapura merupakan satu-satunya kabupaten di Indonesia yang memiliki Hari Kebangkitan Masyarakat Adat.

Pada 24 Oktober 2013, sembilan dewan suku di Kabupaten Jayapura berkumpul dan membuat pernyataan sikap bersama untuk bangkit dan memberdayakan masyarakat adat mereka. Pada 24 Oktober 2014, masyarakat adat di Kabupaten Jayapura mulai memeringati Hari Kebangkitan Masyarakat Adat untuk memberikan ruang bagi setiap Dewat Adat Suku (DAS) untuk menampilkan berbagai capaian dalam sistem Pemerintahan Kampung Adat setiap DAS.

Aktivis masyarakat adat, Abdon Nababan mengatakan, secara nasional baru Kabupaten Jayapura yang memiliki Hari Kebangkitan Masyarakat Adat. “Sebagai aktivis masyarakat adat yang selama 20 tahun bersuara bagi masyarakat adat, saya mengetahui hanya masyarakat adat Kabupaten Jayapura yang setiap tahun memeringati Hari Kebangkitan Masyarakat Adat,” kata Nababan saat dihubungi pada Kamis (24/10/2019).

Nababan menyatakan masyarakat adat adalah pembentuk pranata dan nilai sosial di masa lampau, dan pranata serta nilai itu ditaati oleh masyarakat adat. Dalam perkembangannya, pranata dan nilai adat itu kini bersanding dengan aturan hukum Negara. Hari Kebangkitan Masyarakat Adat disebut Nababan sebagai momentum penting masyarakat adat untuk menghidupkan kembali pranata dan nilai sosial masyarakat adat.

“Jaman dulu mana ada peraturan daerah, peraturan Bupati, apalagi undang-undang. Tetapi tata cara dan aturan kehidupan masyarakat dimasa lampau telah mencerminkan sebuah aturan baku yang ada secara alami [berlaku dan ditaati],” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan sebelum 2013, masyarakat adat di Kabupaten Jayapura relatif tidak mendapat tempat dan peran, dan bahkan dilupakan. Awoitauw menyebut pada masa itu masyarakat adat cenderung dimanfaatkan dalam momentum tertentu, namun tidak diberdayakan, tidak bisa mempertahankan haknya.

Loading...
;

“Kita mau masyarakat adat hari ini berdiri di atas jati diri mereka sendiri, mengelolah semua yang potensi unggulan dimasing-masing kampung. Ketika ada persoalan, penyelesaianya tidak dijalan-jalan, tetapi diselesaikan diatas para-para adat. Masyarakat adat diberikan kewenangan sepenuhnya untuk mengatur hidup mereka, ada pihak luar datang merongrong keberadaan mereka,” pungkasnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top