Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Hanya satu setengah tahun patung Wali Hole berdiri

Patung Wali Hole saat naiknya permukaan air Danau Sentani – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Patung Wali Hole yang dibangun di Danau Sentani tahun 2016 dan diresmikan pada 30 Oktober 2017 lalu, hanya berdiri satu setengah tahun saja.

Patung yang dibangun sebagai peringatan masuknya Injil di Danau Sentani pada 1 Mei 1926 silam, berdiri kokoh di atas sebuah miniatur perahu yang menghadap ke Kampung Ifar Besar.

Pada 12 Juni lalu, sekitar pukul 15.30 WIT, patung berwarna putih itu bagian belakangnya tercebur ke dalam danau karena tiang penyanggahnya patah.

Berbagai asumsi muncul di tengah masyarakat terkait robohnya patung tersebut. Mulai dari sisi agama, adat, hingga ilmu pengetahuan yang disampaikan berbagai pihak dan menjadi viral di media sosial (medsos).

Loading...
;

Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Kepala Distrik Sentani turun langsung dan melihat keberadaan patung yang sudah patah tersebut.

“Pemerintah daerah tentunya akan berupaya untuk membangun kembali patung tersebut, sebab patung ini sangat penting bagi peradaban umat Kristen di Danau Sentani. Selain itu juga menjadi tempat wisata bagi masyarakat umum,” ujar Kepala Distrik Sentani, Budi P. Yoku, saat ditemui di Sentani, Minggu (16/6/2019).

Dia menegaskan musibah robohnya patung Wali Hole ini tidak perlu dianggap sebagai hal yang luar biasa. Menurutnya, ada berbagai dampak bisa terjadi karena patung tersebut dibuat oleh tangan manusia.

“Meluapnya air danau akibat banjir bandang lalu sehingga sebagian bangunan dari patung ini terendam air, lalu ada juga gempa yang terjadi sebelumnya. Kita tidak perlu berasumsi yang aneh-aneh, pasti pemerintah akan perhatikan kembali,” katanya.

Sementara itu, George Monim, salah seorang pekerja yang turut andil dalam pembangunan patung Wali Hole ini mengaku faktor alam menjadi hal utama terjadi kerusakan pada tiang penyangga patung tersebut.

“Bagian dasar tiang penyangga patung ini dibangun sebelah barat, timur, dan utara. Sebalah timur berada pada psosisi curam ke dasar danau. Sehingga dengan naiknya permukaan air danau dan gempa yang terjadi kurang lebih dua kali mengakibatkan pergesaran tanah pada tiang penyangganya. Tidak ada pengaruh yang lain,” ungkapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top