Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Hanya tersisa satu guru honorer di SMPN Tabonji

Anggota DPR RI, Sulaeman hamzah, diterima secara adat oleh masyarakat di Distrik Tabonji, Kabupaten Merauke – Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Sudah sekitar tujuh bulan, SMPN Tabonji hanya diajar satu orang guru. Guru itu berstatus honorer. Guru lain yang berstatus ASN (aparatur sipil negara) meninggalkan tempat tugas dan lebih banyak di kota.

Hal itu disampaikan anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sulaeman Hamzah, yang mengisi masa reses dengan melakukan kunjungan kerja di Distrik Tabonji, Kabupaten Merauke, pekan lalu.

Kepada Jubi, Rabu (27/2/2019), Sulaeman mengatakan khusus masalah pendidikan menjadi sorotan masyarakat. Betapa tidak, semua guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengajar di SMPN Tabonji, sudah tujuh bulan meninggalkan tempat tugas dan berada di kota.

Hanya tersisa satu orang guru honorer yang harus membagi waktu mengajar di tiga ruang kelas.

Loading...
;

Ditegaskan, sesuai permintaan tokoh adat serta masyarakat di Distrik Tabonji agar gaji para guru ditahan dan dikembalian ke kas negara karena mereka tak melaksanakan tugasnya.

“Meskipun ada bangunan sekolah disiapkan, namun kalau guru tak ada, percuma saja. Terus terang saya menyesal dengan sikap para guru yang tak peduli dengan pendidikan anak-anak asli Papua di daerah pedalaman,” tegasnya.

Sulaeman minta Bupati Merauke, Frederikus Gebze, menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Tiasony Betaubun, agar ke Distrik Tabonji sekaligus melihat kondisi sesungguhnya di sana.

Staf khusus Sulaeman Hamzah, Fauzun Nihayah, menambahkan kondisi pendidikan Distrik Tabonji berjalan kurang maksimal. Bagaimana tidak, di  SMPN saja, hanya tersisa satu guru honorer. Sedangkan guru ASN lain sedang berada di kota.

“Ini baru di SMP, belum lagi kegiatan belajar mengajar untuk anak didik di SD di kampung-kampung. Apakah mereka ada di tempat tugas juga. Tentunya menjadi petugas serta tanggung jawab  pemerintah untuk memberikan sanksi tegas kepada guru yang meninggalkan tugasnya,” kata dia. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top