Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Harga ayam potong di pasar Pharaa Sentani kembali normal

Seorang pedagang ayam di Pasar Pharaa Sentani, saat melayani pembeli -Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Dalam dua pekan terakhir, harga ayam potong di pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, kembali normal, setelah sempat naik hingga Rp 70ribu per ekor.

Fitri, seorang pedagang ayam di pasar Pharaa, mengatakan harga ayam mulai turun dari sebelumnya Rp 75ribu per ekor, sekarang di kisaran Rp 35ribu.

“Harga ayam dua minggu ini malah turun bukan naik lagi. Kemarin itu memang naik karena stoknya kurang, jadi yang biasa dijual kisaran Rp 35ribu menjadi Rp40rb-45ribu dan yang Rp45ribu-50ribu menjadi 70ribu. Ayam afkir ukuran besar dari Rp 120ribu menjadi Rp 150ribu,” kata Fitri, saat ditemui Jubi, di pasar Pharaa, Jumat (15/2/2019).

Ia menjelaskan sejauh ini stok daging ayam di pasar cukup banyak, baik ayam lokal maupun yang didatangkan dari luar Papua.

Loading...
;

“Kalau saya ambilnya ayam lokal. Di sini sekarang sudah ada kandang banyak, di Doyo, Sabron, Komba, dan beberapa tempat lainny. Juga sudah ada alatnya, jadi tidak harus menunggu ayam impor,” jelasnya.

Ia mendatangkan ayam di pasar sesuai dengan kebutuhan konsumennya.

“Dalam sekali ambil itu paling 100 ekor ayam dan itu bisa habis dalam dua atau tiga hari. Saya ambil sesuai dengan kebutuhan konsumen saja,” ucap Fitri.

Fitri menjual ayam dengan harga bervariasi, sesuai ukuran ayam.

“Ada yang ukuran kecil itu Rp 35ribu, yang sedang Rp 40ribu, yang besar Rp 120ribu. Dalaman ayam seperti hati dan ampela ada yang Rp 15ribu dan ada yang Rp 30ribu,” jelasnya.

Ortamina Yikwa, seorang pelanggan Fitri, mengatakan memilih membeli dalaman ayam karena harga lebih murah dan disesuaikan dengan uang yang dimilikinya.

“Saya beli yang murah saja seperti dalaman ayam itu, ada yang 15ribu to jadi saya beli itu untuk bikin kuah saja, makan dengan papeda,” katanya.

Yikwa mengatakan membeli ayam satu ekor tidak begitu cukup makan sekeluarga.

“Kalau uang lebih boleh beli ayam, kalau kurang itu susah jadi beli ikan lohan, lele, atau kepala ikan saja,” kata Yikwa. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top