Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Harga minyak dunia naik saat persediaan AS turun

Rambu tumpahan minyak, pixabay.com

Persediaan minyak mentah AS turun 7,8 juta barel dalam pekan yang berakhir mendekati akhir tahun atau 27 Desember, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 3,2 juta barel, data dari American Petroleum Institute menunjukkan pada hari Selasa.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

New York, Jubi – Harga minyak naik pada penutupan perdagangan hari Kamis awal tahun (2/1/2020) waktu setempat, setelah data menunjukkan penurunan mingguan yang besar dalam stok minyak mentah Amerika Serikat (AS).

Harga patokan minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik 12 sen menjadi 61,18 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara harga patokan internasional, Minyak mentah brent untuk pengiriman Maret naik 25 sen menjadi ditutup pada 66,25 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca juga : Demonstran Irak tutup ladang minyak Nassiriya

Insiden tumpahan minyak, polisi Brazil grebek kantor perkapalan Yunani

Kapal China jauhi Vietnam usai perseteruan penelitian minyak

Loading...
;

Persediaan minyak mentah AS turun 7,8 juta barel dalam pekan yang berakhir mendekati akhir tahun atau 27 Desember, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 3,2 juta barel, data dari American Petroleum Institute menunjukkan pada hari Selasa.

Namun data resmi dari Administrasi Informasi Energi AS akan dirilis pada hari ini menunjukan harga minyak yang naik juga dipicu ketegangan di Timur Tengah yang sedang berlangsung.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan pada hari Selasa bahwa Amerika Serikat akan segera mengirim sekitar 750 tentara ke Timur Tengah, sebuah langkah yang diambil beberapa jam setelah para demonstran menyerbu Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak.

Pasukan AS selama akhir pekan menyerang lima lokasi di Irak dan Suriah yang dikendalikan oleh paramiliter Irak Kata’ib Hezbollah (KH) atau Brigade Hezbollah, sebagai balasan serangan baru-baru ini terhadap pasukan AS.di Irak, yang memicu respons kuat dari Irak dan Suriah. Iran telah membantah peran dalam serangan baru-baru ini terhadap pasukan AS di Irak.

Hal ini menurut pakar menimbulkan para pedagang bertaruh ketegangan di Timur Tengah akan memperlambat ekspor di wilayah kaya minyak. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top