Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Hari pertama bersekolah di Wamena, kehadiran siswa dan guru masih rendah

Kegiatan hari pertama sekolah di SMP 1 Negeri Wamena, Senin (7/10/2019)-Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Hari pertama sekolah, Senin (7/10/2019) sejak kejadian di Wamena 23 September 2019 kehadiran siswa siswi maupun guru dari pantauan di sejumlah sekolah masih rendah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jayawijaya, Bambang Budiandoyo mengatakan, hasil pemantauan di 10 sekolah yang terdampak langsung saat kerusuhan yakni empat SD, tiga SMP dan tiga SMA tingkat kehadiran baru mencapai 10 – 20 persen.

“Hari pertama sekolah dibuka ini difokuskan untuk pemulihan rasa trauma bagi guru dan siswa, belum pada kegiatan belajar mengajar, katanya kepada wartawan di ruang kerjanya,” Senin (7/10/2019).

Katanya, dinas pendidikan juga mendapat bantuan dari Wahana Visi Indonesia (WVI) membantu memberikan trauma healing siswa dan guru selama dua minggu.

Loading...
;

“Masih banyak siswa dan guru yang berada di luar, namun selama proses ini berjalan diharapkan bisa kembali,” katanya.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua menyampaikan terima kasih kepada guru dan siswa siswi yang telah masuk di hari pertama sekolah, meski persentase jumlahnya belum banyak.

Dari pantuannya di sejumlah sekolah, seperti di SD YPK Wamena guru-guru dan siswa, datang ke sekolah dan langsung membersihkan sekolahan mereka.

“Saya harap dengan beberapa anak yang sudah masuk sekolah ini, memberikan motivasi kepada teman-temannya yang mungkin saat kejadian ada mengungsi, mereka bisa melihat bahwa sekolah kita mulai dibuka, “kata Banua.

Ia juga harap para guru yang belum datang, agar bisa kembali dan bagi siswa dan orang tua pemerintah ingin agar tidak perlu khawatir karena semuanya telah dijamin.

“Tidak usah khawatir dengan isu-isu yang ada, tetapi kita lihat kondisi sekolah yang sudah buka, maka marilah kembali ke sekolah untuk anak-anak bisa bersekolah kembali dengan baik,” katanya.

Kepala Sekolah SD YPPK Santo Yakobus Hone Lama, Efaim Yeuruan mengatakan, sekolahnya sudah siap mulai sekolah namun guru yang hadir baru tujuh orang dan siswa dari 490 baru dua orang yang datang.

“Saya dengar siswa yang belum hadir hari ini, karena orang tua mereka membawa pulang ke kampung masing-masing setelah kejadian,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top