Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Harus kembalikan kepercayaan Rakyat Papua melalui Pilkada

 

Tokoh Pemuda Nabire, Peter Worabay saat ditemui di kantor DPC PDIP Nabire – Jubi/Titus Ruban.

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Nabire, Jubi – Semua elemen bangsa yang ada di Tanah Papua harus mengembalikan kepercayaan rakyat Papua terhadap negara melalui Pilkada. Hal ini harus dilakukan mengingat kepercayaan masyarakat papuua kepada negara sudah hilang.

“Semua elemen bangsa yang ada di Papua perlu untuk mengembalikan kepercayan itu. Sebab orang Papua hari ini tidak percaya lagi kepada negara dan aparaturnya,” ujar Peter Worabay, seorang tokohpemuda untuk jubi. Selasa (17/9/2019).

Dikatakan, tokoh pemuda pejuang merah putih ini, Pemerintah, harus memiliki sebuah kesadaran bahwa banyak terjadi kesenjangan di tanah Papua yang mengakibatkan kepercayaan itu hilang, baik kekerasan, pembunuhan, kemiskinan dan ketidak adilan yang dialami Orang Papua Asli.

“Ini tugasnya tentara, polisi, pemerinntah dari pusat hingga daerah. termasuk tokoh – tokoh masyarakat yang masih menginginkan Papua dalam NKRI, maka tugasnya adalah membantu Negara,” ujarnya.

Loading...
;

Termasuk melalui Pilkada, baik gubernur dan bupati/wali kota. Hal ini agar hasilnya nanti tidak hanya melahirkan bupati dan gubernur yang mencari kepentingan pribadi dan keluarganya.

“Itu tugas dari masing – masing institusi dalam bidang dalam kehidupan masing – masing,” katanya.
Sebab menurut Worabay, apa yang terjadi beberapa waktu ini di Papua menunjukkan, selama ini negara telah mengutus orang – orang yang salah, orang yang bukan mentalitas sebagai negarawan untuk membangun kepercayaan rakyat Papua.

“Dan akhirnya semua seperti ini, kacau di mana – mana. Maka melalui Pilkada baik guberrnur dan bupati/walikota. kita harus mencari seorang pemimpin yang bisa mencintai rakyat, yang duduk bersama rakyat. ketika rakyat menagis, lapar, sakit dan membutuhkan sesuai maka figur pemimpin harus ada setiap saat, disitulah kepercayaan rakyat kepada pemerintah dan negara,” tuturnya.

Worabay menegaskan, untuk menjawab persoalan selama ini terjadi di tanah papua, maka kata kuncinya adalah keadilan.
Dalam bidang hukum misalnya, sejak Papua berinegrasi ke dalam NKRI, banyak OAP yang dibunuh di gunung – gunung, lembah – lembah tanpa suatu proses pengadilan. Juga ketidak jujuran aparat di Papua mengakibatkan rakyat sakit hati.“Itu negara tidak adil,”

Termasuk pejabat OAP, yang hanya menginginkan dan mengutamakan kepentingan pribadinya daripada benar – benar melayani masyarakat.

“Mari coba menghitung, berapa banyak tentara yang punya kios, polisi berbisnis atau ASN lainnya. Mereka hanya bekerja untuk kepentingan perutnya. Untuk non papua, mungkin mereka di sini mungkin rumah tidak bagus, tapi coba liat ke daerah asalnya, rumahnya istana. Kalau dibandingkan dengan OAP?,” ujarnya.

Terpisah, tokoh pemuda lainnya, Gunawan Inggeruhi mengatakan bahwa kepercayaan itu mahal. Pemerintah harus jeli melihat persoalan dasar di tengah masyarakat dan keinginannya.

“Saya pikir kalau kepercayaan itu sudah botak (luntur) harus ada gerakan untuk mengembalikan. Kalau tidak maka akan begini terus,” kata juru bicara Suku Yerisiam Gua itu. (*).

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top