Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Hati-hati! Suplemen kesehatan bukan obat HIV/AIDS

Ilustrasi pixabay.com – Jubi.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ramainya promosi dan iklan berbagai jenis suplemen makanan yang ditawarkan sebagai obat AIDS mendapatkan respon serius dari dua dokter relawan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Papua, Dokter Gunawan dan Dokter Anton Mote. Kedua dokter itu mengingatkan masyarakat Papua untuk berhati-hati dan tidak termakan penyesatan informasi yang menyebut suplemen kesehatan dapat menjadi obat AIDS.

Dokter Anton Mote, mengatakan suplemen kesehatan apapun bukan merupakan obat. Mote menegaskan, obat memiliki kemampuan untuk membunuh sumber penyakit seperti bakteri atau virus, dan suplemen tidak memiliki kemampuan untuk membunuh sumber penyakit.

Mote juga menegaskan setiap obat yang diedarkan, termasuk anti retroviral (ARV) yang digunakan untuk menjaga kondisi kesehatan orang dengan HIV/AIDS (ODHA), sudah terlebih dahulu melalui uji laboratorium yang panjang, dilanjutkan dengan pengujian plasebo untuk menguji kemampuan obat membunuh atau mengurangi penyebab penyakit, baik itu bakteri atau virus.

“Hasil ujicoba itu dipresentasikan secara ilmiah, diseminarkan, (hingga mendapatkan pengakuan dari otoritas yang berwenang memberikan izin peredaran obat),”ungkap Mote di Jayapura, Selasa (2/03/2019).

Mote menyayangkan banyaknya penjual suplemen kesehatan yang serta merta mempromosikan suplemen yang mereka jual sebagai obat AIDS. Promosi seperti itu dinyatakan Mote sebagai informasi yang menyesatkan, dan berharap masyarakat kritis menanggapi promosi suplemen itu. “(Jika sampai ada yang membeli suplemen itu dengan tujuan dijadikan obat AIDS), orang yang beli dan orang yang menjual sama-sama salah, karena bicara sesuatu yang belum jelas dan belum diuji coba (sebagai obat AIDS),”ujarnya.

Dokter Gunawan menegaskan anti retro viral atau ARV saat ini masih menjadi satu-satunya jenis obat yang efektif menekan jumlah virus HIV di dalam tubuh ODHA. ARV telah diuji secara klinis, dan telah diakui berbagai otoritas kesehatan sebagai obat yang efektif untuk menjaga kualitas hidup ODHA.

Loading...
;

Gunawan mengingatkan, setiap ODHA yang telah memakai ARV harus secara teratur mengonsumsi ARV. Gunawan juga meminta masyarakat tidak mempercayai klaim yang menyatakan suplemen kesehatan dapat menggantikan ARV, dan menyatakan penggantian ARV dengan suplemen kesehatan dapat membahayakan kesehatan ODHA.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top