Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Head to head rivalitas pelatih Brasil

Rivalitas pelatih berkebangsaan Brasil, Jacksen F. Tiago dan Gomes de Oliviera – Jubi/Ilustrasi Jubi.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pertemuan Persipura versus Kalteng Putra FC bukan hanya membalas dendam kekalahan Mutiara Hitam di turnamen pra musim Piala Indonesia 2019 lalu, namun pertemuan ini adalah ajang rivalitas pelatih kedua tim yang berkebangsaan Brasil.

Ditubuh Persipura ada Jacksen F. Tiago dan di Kalteng Putra ada Gomes de Oliviera. Rivalitas kedua pelatih tersebut sangat kental terlihat kala Gomes de Oliviera melatih sejumlah klub di Papua diantaranya menjadi asisten pelatih Perseru Serui yang kini berubah nama menjadi Perseru Badak Lampung FC, menjadi pelatih Persiwa Wamena, dan Persiram Raja Ampat yang kini menjadi PS Tira-Persikabo.

Berbicara soal karir, Gomes de Oliviera adalah pemain asal Brasil pertama yang menginjakkan kakinya dalam kompetisi Liga Indonesia. Dia datang ke Indonesia pada Liga Indonesia II pada musim 1995-1996.

Dia tahu atmosfer sepak bola Indonesia dari salah seorang agen yang menawarinya. Klub pertama yang dibelanya adalah Niac Mitra atau yang kemudian dikenal dengan Mitra Surabaya.

Loading...
;

Perjalanan karir Gomes sebagai pemain pun berlanjut di klub-klub Indonesia lainnya seperti Mataram Indocement, Semen Padang, Persedikab Kediri, dan PSIS Semarang. Setelah sukses sebagai pemain, ia lantas 100 persen gantung sepatu dan menekuni karir kepelatihannya.

Karir kepelatihannya berawal dari mengantarkan klub internal Persebaya, Suryanaga menjadi juara di kompetisi internal, Gomes akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memoles Persebaya U-21.

Dari situ namanya sebagai pelatih terangkat. Kariernya mulai merangkak naik hingga menjadi asisten pelatih Perseru Serui, bergeser sebagai pelatih kepala Persiwa, dan sempat menangani Persiram Raja Ampat.

Gomes merupakan salah satu dari sederet pemain yang bisa bertahan di Indonesia. Tidak banyak pemain asal Brasil yang bisa bertahan di Indonesia pada eranya. Nama yang masih melekat di Indonesia pada generasi pertama pemain asing adalah Jacksen F. Tiago, legenda Persebaya yang kini sukses menjadi pelatih.

Atmosfer sepak bola Indonesia bukan sesuatu yang asing bagi Jacksen Ferreira Tiago. Jacksen menghabiskan kariernya sebagai pemain maupun pelatih.

Pria kelahiran Rio de Janeiro, Brasil, 28 Mei 1968 ini malang-melintang di sejumlah klub besar sejak hijrah ke Indonesia pada 1994 silam. Sebagai pemain, Jacksen sudah mencicipi nikmatnya berbagai gelar juara.

Ia langsung membawa klub pertamanya yakni Petrokimia Putra menjadi runner-up. Hanya semusim bersama Petrokimia, Jacksen berlabuh di PSM Makassar dan membawa klub tersebut menjadi runner-up Liga Indonesia.

Bersama Persebaya Surabaya, karier Jacksen semakin cemerlang. Dia membawa “Bajul Ijo” menjadi juara. Jacksen memilih gantung sepatu dan melanjutkan kariernya sebagai pelatih pada 2002-2003. Ia sukses mengantarkan klub Assyabaab, klub pertama yang dibesutnya, juara.

Selanjutnya, karier kepelatihan semakin moncer, setelah sukses membawa Persebaya menjuarai Divisi Utama dan Liga Indonesia 2004. Jacksen pun sukses mengantarkan Persipura Jayapura menjadi tim yang paling banyak mengoleksi gelar juara kompetisi tertinggi ditanah air.

Sederet gelar juara tersebut diantaranya, Juara Indonesia Super League (2008/2009), Juara Indonesia Super League (2010/2011), Juara Indonesia Super League (2013/2014), Juara turnamen pra musim Community Shiled Indonesia (2009), Juara turnamen pra musim SCTV Cup (2011), dan Juara turnamen pra musim Inter Island Cup (2011).

Sama-sama memiliki karir sebagai pemain dan pelatih yang sukses, kini kedua pelatih tersebut akan bertarung pada kompetisi Shopee Liga 1 2019  pekan ke 14 yang berlangsung di Stadion Mandala pada, Rabu (14/8/2019).

Pada awal musim ini, saat masih membesut Barito Putera, Jacksen Tiago memperoleh hasil buruk. Dari empat laga, Jacksen hanya meraih satu poin kala bermain imbang 1-1 dengan Persija Jakarta.

Tiga partai berikutnya menderita kekalahan beruntun. Laskar Antasari ditundukkan Madura United 0-1 (14/5/2019), Bhayangkara FC 4-2 (18/5/2019), dan Kalteng Putra 1-2 (22/6/2019). Ironisnya, dua hasil negatif itu dialami Jacksen Tiago di kandang Barito Putera, Stadion 17 Mei Banjarmasin.

Kini setelah hijrah ke Persipura, mantan arsitek Persebaya itu telah berhasil menebus kekalahannya dengan berbalik menjinakkan Madura United 1-0 dan Bhayangkara FC 0-1.

“Pengalaman adalah guru yang terbaik. Hasil buruk di awal Shopee Liga 1 bersama Barito Putera lalu, saya jadikan pengalaman sekaligus motivasi setelah pindah ke Persipura. Keberhasilan saya membalas Madura United dan Bhayangkara FC, karena saya sudah tahu permainan mereka saat melawan Barito Putera. Makanya, saya tak ingin mengalami kegagalan dua kali saat Persipura mengalahkan dua klub tersebut,” kata JFT.

Selain sudah memahami kekuatan dan kelemahan Madura United dan Bhayangkara FC, Jacksen Tiago menyebut semangat Boaz Solossa dkk. untuk membangkitkan Persipura dari keterpurukan juga jadi modal sangat berharga.

“Lepas dari pengalaman dan motivasi pribadi saya, kunci keberhasilan Persipura karena kerja keras pemain. Karena mereka lah sebagai pelaku utama di lapangan,” ujarnya.

Madura United dan Bhayangkara FC telah dijinakkan, berikutnya target Jacksen adalah mengalahkan Kalteng Putra saat dijamu Persipura di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (14/8/2019).

“Kami sudah mengalahkan Madura United dan Bhayangkara FC. Selanjutnya, saya akan berusaha Persipura juga menundukkan Kalteng Putra. Saya punya misi pribadi membawa Persipura ke jalur terbaik,” katanya.

Dikubu lawan, pelatih Gomes memboyong 18 pemain intinya, untuk mencuri poin di kandang lawan yang juga memiliki sejumlah pemain cukup bagus tersebut.

“Target kami memang menang atau mencuri poin di kandang Persipura,” kata Gomes di Jayapura.

Setelah menang dari Arema FC dengan skor 4-2 di stadion Tuah Pahoe beberapa waktu lalu, mental tim sangat membaik. Bahkan OK Jhon dan kawan-kawan juga siap menaklukkan tim tuan rumah, meskipun sangat jarang klub-klub Liga 1 Indonesia bisa mengalahkan Persipura saat bermain di markas mereka.

Tidak hanya itu, grafik permainan tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut, juga terus membaik dibandingkan pertandingan beberapa bulan lalu. Hal ini tentunya wajib diwaspadai tim berjuluk “Laskar Isen Mulang”.

“Tak bisa dipungkiri bahwa Persipura merupakan tim bagus, kemudian grafik pernampilannya dalam beberapa pekan juga terus meningkat sehingga tren positif selalu mereka dapatkan,” ujarnya.

Menghadapi laga berat itu, tentunya mantan Pelatih Madura United tersebut sudah menyiapkan berbagai strategi. Baik dalam teknik permainan, evaluasi lini depan dan pertahanan, serta konsistensi permainan yang nantinya akan diterapkan.

“Semoga kemenangan yang akan kami dapatkan saat bertandang ke markas Persipura nantinya. Yang jelas kami berangkat dengan penuh percaya diri,” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top