Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Hendrikus Hengky Ndiken mengaku diperiksa tiga jam oleh empat jaksa

Kantor DPRD Merauke yang beralamat di Jalan Brawijaya – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Hendrikus Hengky Ndiken, mengaku telah diperiksa oleh empat jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua pada Selasa, 12 November 2019. Pemeriksaan berlangsung kurang lebih tiga jam.

“Betul saya sudah menjalani pemeriksaan pada Selasa. Memang saya minta diperiksa sendiri, karena pertimbangan sedang sakit. Sedangkan sesama anggota dewan lain, baru diperiksa kemarin,” ujar Hengky saat dihubungi Jubi, Kamis (14/11/2019).

Dalam pemeriksaan, tim jaksa menanyakan apakah menerima dana tersebut.

“Saya menjawab benar, namun kami menerima setelah adanya payung hukum jelas yakni berupa Peraturan Bupati Merauke. Lalu dimanfaatkan juga tepat sasaran melalui kegiatan hearing bersama masyarakat,” katanya.

Loading...
;

Sekali hearing, dana yang dialokasikan Rp100 juta. Namun dana dimaksud tidak terima semuanya, tergantung dari item kegiatan yang dijalankan. Artinya, pembayaran disesuaikan kebutuhan selama hearing berlangsung.

Misalnya biaya untuk masyarakat yang hadir. Setiap orang diberikan Rp150 ribu. Juga biaya makan-minum, sewa terop, dan lain-lain. Jadi, hitung-hitungan hanya sekitar Rp60 juta sampai Rp70 juta dana yang ia diterima setiap kali hearing. Sisanya tak diambil.

“Saya sendiri tiga kali menerima dana dimaksud dengan jumlahnya tidak sampai Rp300 juta. Karena itu tadi, pemanfaatan disesuaikan alokasi kebutuhan saat hearing bersama masyarakat,” katanya.

Dana dimaksud, jelas Hengky, diterima tiga bulan selama tahun 2019. Kalau tidak salah bulan Januari, Juni, dan Juli. Untuk Februari sampai Mei, dewan tak menerima lantaran adanya protes dari berbagai kalangan.

Ditanya andaikan dalam perjalanan, kejaksaan menetapkan 30 anggota DPRD Merauke sebagai tersangka termasuk dirinya, Hengky mengaku harus siap menerima.

“Ya, kalau ada temuan dan kita ditetapkan tersangka, tidak perlu mempersoalkan lagi,” ujarnya.

Harus berjiwa besar dan tak boleh takut. Jangan enaknya dinikmati, tetapi susahnya tak menerima.

“Saya sangat siap ketika nantinya ada kerugian negara dan ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Untuk diketahui, dana hearing 30 anggota DPRD Merauke yang diterima wakil rakyat adalah periode 2014-2019. Dari jumlah tersebut, 16 masih terpilih lagi untuk periode 2019-2024. Sedangkan 14 lainnya tak terpilih kembali.

Anggota DPRD Merauke, Dominikus Ulukyanan, beberapa hari lalu mengaku dirinya mendapat informasi kalau terdapat surat pemanggilan anggota dewan periode sebelumnya, termasuk yang terpilih kembali dari Kejati Papua.

“Saya belum melihat secara pasti suratnya. Sehingga tidak bisa memberikan komentar. Nanti setelah pulang dari tempat tugas baru saya informasikan,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top