Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Hindari corona, turis China di Kabupaten Bintan perpanjang izin tinggal

Ilustrasi sebaran virus corona di China. -Tempo.co

Mendapatkan perpanjangan izin tinggal selama sebulan dan tinggal di hotel selama menetap di Kabupaten Bintan.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Tanjungpinang, Jubi – Tercatat ada orang wisatawan berkebangsaan China mengajukan perpanjangan izin tinggal dalam kondisi terpaksa kepada pihak Imigrasi Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Warga negara China tersebut mendapatkan perpanjangan izin tinggal selama sebulan dan tinggal di hotel selama menetap di Kabupaten Bintan.

“Alasan pengajuan izin tinggal tersebut untuk mencegah tidak tertular virus corona. Jika dibutuhkan, silahkan ajukan perpanjangan izin tinggal lagi. Kami akan kabulkan dengan alasan kemanusiaan,” ujar Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Kepri Firmansyah, Jumat, (14/2/2020).

Baca juga : Seorang turis Raja Ampat asal Hong Kong diduga terinfeksi corona

Kehadiran WNA China ke Sumbar dijamin tak bawa virus corona

Pemprov Riau bantu keuangan warganya di Wuhan China

Loading...
;

Firman mengatakan izin tinggal dalam kondisi terpaksa tidak ada batas waktunya. Namun pemberian izin tinggal disesuaikan dengan kondisi berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3/2020.

“Seandainya obat antivirus itu sudah ditemukan, dan kondisi dinyatakan tidak berbahaya lagi maka peraturan itu akan dicabut,” kata Firman menambahkan.

Sampai sekarang, menurut dia baru empat WN China yang mengajukan perpanjangan izin tinggal tersebut. Kemungkinan jumlahnya akan bertambah karena selain wisatawan asal China, juga ada ratusan tenaga kerja asal negara itu bekerja di Kepri.

“Izin masa tinggal mereka di Kepri masih ada sehingga belum ajukan permohonan perpanjangan izin tinggal,” kata Firman menjelaskan.

Jumlah warga negara asing ke Kepri melalui pemeriksaan pihak Imigrasi pada tahun 2019 sebanyak 2.765.003 orang. Mereka masuk melalui tujuh Kantor Imigrasi di Kepri yakni Batam, Tanjungpinang, Tanjunguban Bintan, Tanjung Balai Karimun, Belakang Padang Batam, Ranai Natuna dan Tarempa Kepulauan Anambas.

Sementara untuk data warga negara China yang bekerja di Kepri, ia belum bersedia menginformasikannya kepada wartawan. Namun ia memastikan ada tenaga kerja asal China yang bekerja di Kepri. “Semuanya legal, tidak ada yang ilegal,”katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top