Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

HNSI Papua Barat tantang Menteri KKP yang baru

Ferry Auparay, ketua DPD HNSI Papua Barat. Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo ditantang buktikan kerja nyata di 100 hari kerja pertama. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua Barat memberikan penghargaan kepada Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan atas komitmen dan ketegasannya selama menjalankan tugas diperiode pertama kabinet kerja Jokowi-JK.

“Kami bangga dengan Ibu Susi, dia berani dalam mengambil keputusan, banyak perubahan yang telah dia lakukan selama menjabat menteri ,” ujar Ferry Auparay Ketua DPD HNSI Papua Barat di Manokwari, Kamis (24/10/2019).

Menurutnya, nelayan di wilayah Papua Barat masih membutuhkan perhatian serius dari kementerian kelautan dan perikanan, untuk itu mereka meminta, Edhy Prabowo bisa menyelesaikan pekerjaan Susi yang belum selesai di 100 hari kerja pertama.

“Pak Edhy harus bisa buktikan kerja nyata dua kali lebih cepat dari Ibu Susi. Dan harus mulai dari Indonesia Timur. Karena kita berharap banyak dengan Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru, semoga ada kebijakan baru tapi juga meneruskan apa yang ditinggalkan oleh Ibu Susi,” kata Ferry.

Loading...
;

Menurutnya ada dua kendala utama yang belum tersentuh bagi Nelayan di Papua Barat,  yaitu peluang pasar dan infrastruktur.

Terkait peluang pasar,  melalui HNSI sedang didorong karena satu periode produksi sangat ditentukan oleh pasar sebagai output. Jika pasar tidak  terbuka, maka potensi SDA ikan yang melimpah di Papua Barat tidak bisa diapa-apakan.

“Sebagai contoh, Manokwari ibukota Papua Barat, hanya ada dua pasar ikan skala tradisional, sehingga tidak ada pendapatan per kapita bagi ribuan nelayan di Manokwari,” ujarnya.

Kata  Ferry, Pemerintah  harus berani menyediakan pasar skala besar.

“Apakah itu pasar Nasional, Internasional (pasar eksport), tapi di sinilah Negara harus hadir untuk menjembatani pasar itu. Sehingga saat kita menggenjot nelayan, ada pasar yang tersedia untuk ciptakan pendapatan perkapita bagi kehidupan mereka ke depan,” ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Papua  Barat, Dominggus Mandacan menyerahkan bantuan fasilitas berupa 14 paket perahu (longboat) dan motor tempel kepada nelayan di Kampung Saukorem, Distrik Amberbaken kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Bantuan tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan di daerah tersebut.

“Bagi nelayan di Tambrauw yang belum terima bantuan, agar tetap bersabar, karena Pemerintah Papua Barat mengurus 12 kabupaten dan satu kota, semua akan dapat bagian  yang sama,” ujar Mandacan saat berkunjung ke Kampung Saukorem, 29 September lalu. (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top