Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Hong Kong bersiap hadapi protes akhir pekan

Ilustrasi demonstrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Hong Kong, Jubi – Kota Hong Kong bersiap menghadapi akhir pekan yang rusuh lagi, sementara protes pro-demokrasi diperkirakan meningkat di wilayah yang dikuasai China itu sebelum peringatan ke-70 berdirinya Republik Rakya China pada Selasa.

Reuters menyebutkan ribuan orang diperkirakan mengadakan pertemuan umum di pusat kota pada Sabtu malam, Jumat, setelah pemerintah memberi izin buat satu pertemuan di Tamar Park, di sebelah markas Dewan Legislatif Hong Kong.

Berita terkait : Carrie Lam akan gelar dialog dengan demonstran Hong Kong

Cathay Pacific peringatkan rencana demonstran Hong Kong

Loading...
;

RUU ekstradisi Hong Kong dinyatakan batal

Pusat keuangan Asia tersebut menandai peringatan kelima pada akhir pekan ini dimulainya protes “Payung”, rangkaian demonstrasi pro-demokrasi pada 2014, yang gagal meraih konsesi dari Beijing.

Pertemuan umum juga diperkirakan digelar pada Ahad untuk memperingati Hari Anti-Totalitarianisme Global, dan aksi solidaritas direncanakan di kota besar di seluruh dunia termasuk Paris, Berlin, Taipeh, New York, Kiev dan London.

Tapi protes terbesar tampaknya akan dilaksanakan pada hari nasional 1 Oktober, pemrotes berencana memanfaatkan hari libur tersebut untuk melontarkan seruan bagi demokrasi yang lebih besar di panggung internasional dan mempermalukan para pemimpin politik di Beijing.

Para pegiat merencanakan pertemuan umum massal dari Victoria Park di distrik Causeway Bay, yang sibuk, ke Chater Garden di dekat markas pemerintah.

Tercatat kegiatan resmi telah dibatalkan, pemerintah ingin menghindari mempermalukan Beijing pada saat Presiden Xi Jinping berusaha memperlihatkan citra persatuan dan kekuatan nasional.

Pertemuan umum pro-Beijing juga direncanakan di kota itu, sehingga meningkatkan prospek bentrokan.

Hong Kong telah diguncang beberapa demonstrasi rusuh selama berbulan-bulan, saat pemrotes memblokir jalan dan merusak stasiun metro sementara polisi anti-huru-hara menembakkan gas air mata, semprotan lada dan menggunakan water cannon terhadap kumpulan pemrotes.

Proters tersebut, yang disulut oleh rancangan undang-undang ekstradisi, yang mestinya mengizinkan pengekstradisian tersangka pelanggar peraturan ke China Daratan, telah berkembang menjadi gerakan pro-demokrasi yang lebih luas. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top