Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Hujan dan banjir, petani sayuran di Sentani merugi

Kebun tomat milik petani yang rusak – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Hujan yang mengguyur kota Sentani dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir dan mengakibatkan banjir di beberapa wilayah, berdampak pula pada petani sayur di wilayah tersebut. Sebagian petani harus menanggung kerugian cukup besar karena gagal panen.

Parman, petani cabai di Kehiran Sentani, mengatakan dirinya mengalami kerugian besar karena faktor cuaca saat ini.

“Saya hanya panen sekali saja, mau panen kedua sudah rusak karena banjir kemarin,” ucapnya saat ditemui Jubi di kebunnya, akhir pekan lalu.

Pria asal Jawa Timur ini mengatakan selain banjir, cuaca saat ini membuat tanaman rusak.

“Angin bikin tanaman rusak. Seperti ini, daun rica yang harusnya baik tapi semua malah keriting,” jelasnya.

Loading...
;

Dari kerusakan saat ini ia tidak bisa memastikan berapa besar yang bisa dia panen dan berapa besar yang rusak akibat cuaca.

“Yang jelas saya rugi besar karena pengeluaran dan pemasukan tidak sebanding,” kata Parman, tanpa menyebutkan angka pasti berapa kerugian yang harus dia tanggung.

Parman mengatakan cabai hasil kebunnya dia jual ke pasar Pharaa Sentani, selain kepada pelanggan tetap.

Rica dari 35 bedeng ini hasilnya aya jual ke pasar baru dan ada langganan yang biasa pesan,” ucapnya.

Hal senada disampaikan seorang petani tomat di Yahim, Kartimah. Perempuan asal Jawa Timur ini mengatakan hujan yang terjadi sejak bulan Januari lalu merusak tanaman tomat yang siap panen.

“Banjir yang menggenangi perumahan Gajah Mada membuat petani di sini juga mengalami kerugian karena tanaman tomat mereka juga terendam banjir dan rusak,” ucapnya.

Padahal, kata dia, saat banjir datang tanaman tomat sudah saatnya dipanen.

“Ya namanya juga rezeki, kalau memang rezekinya kita ya pasti baik, namun ini mungkin juga nasib, namanya juga rezeki tidak bisa dipaksakan,” ucapnya.

Ia menjelaskan hasil panen yang kurang baik ini membuat harga jual tomat turun.

“Kalau lagi banjir tomat itu per kilonya cuma Rp 2 ribu saja, itu harga dari petani, kalau lagi naik ya paling Rp 5-10ribu,” jelas Kartimah.

Tanaman tomat yang rusak, lanjutnya, membuat dia mengalami kerugian besar.

“Modal besar saya keluarkan untuk beli pupuk, plastik, obat hama, tali, dan kebutuhan lainnya,” ucapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top