Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Hujan semalaman, Merauke dikepung banjir

Banjir yang mengepung Kota Merauke dan sekitarnya setelah hujan semalam – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Hujan deras  yang mengguyur Kota Merauke dari Sabtu (16/3/2019) hingga Minggu (17/3/2019) pagi, mengakibatkan perumahan masyarakat terendam banjir. Begitu pula sejumlah ruas jalan tergenang banjir dan tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

Pantauan di lapangan, Minggu (17/3/2019), sejak pagi pukul 07.00 sampai 16.00 WIT, genangan banjir di perumahan warga maupun di jalan serta di saluran drainase tak kunjung surut.

Sejumlah tempat yang paling parah terendam  adalah di Jalan Biak, Kelurahan Mandala. Di mana, genangan banjir terjadi di sepanjang jalan. Sejumlah warga berdiri di sekitar dan mengarahkan pengendara untuk tak melintas karena genangan banjir mencapai lutut orang dewasa.

Kondisi yang sama terjadi di Jalan Pendidikan. Genangan banjir terjadi di sepanjang jalan. Bahkan, beberapa bangunan sekolah di sekitar, terendam seperti SMPN I Merauke dan juga SMAN I Merauke.

Loading...
;

Sementara di saluran drainase menuju ke Jalan Dorem Kai, juga sudah meluap. Akibatnya banyak perumahan masyarakat terendam. Kondisi serupa terjadi di beberapa titik seperti di Gudang Arang, Kelurahan Maro, Jalan Onggatmit, dan sejumlah tempat lain.

Sebagian besar perumahan warga hingga kini masih terendam. Banyak perabot rumah tangga rusak akibat terendam banjir, meskipun tak hujan lagi. Sejauh ini tak ada korban jiwa yang terjadi.

Sementara itu, urat edaran yang dikeluarkan Kepala Sekolah SMPN I Merauke, Misnurliana Rambe, mengumumkan kegiatan belajar mengajar tak dilangsungkan karena lingkungan sekolah banjir.

“Oleh karena curah hujan yang berlebihan, maka mulai Senin (18/3/2019) siswa-siswi diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan,” katanya.

Sementara itu, terjadi keributan kecil antara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Merauke, HBL Tobing, dan mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, di pitu air Transito.

Mbaraka minta pintu air Transito dibuka supaya banjir di perumahan warga dan air yang menggenang di jalan raya segera surut. Namun HBL Tobing mengatakan pintu air rusak dan tidak bisa dibuka.

“Sudah empat tahun menjabat sebagai Kadis PU Merauke, kenapa tak diperhatikan. Kan ada dana pemeliharaan. Ada SK diberikan kepada penjaga pintu air. Sehingga saat air laut surut, pintu dibuka dan ketika air pasang, pintunya ditutup kembali. Lalu penjaganya diberikan gaji tiap bulan,” kata Mbaraka. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top