Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ikatan Mahasiswa se-Tanah Papua di Bandung tolak DOB Papua

Aksi IMASEPA di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat pada Kamis (18/7/7/2019) yang menolak DOB di Tanah Papua – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Ikatan Mahasiswa se-Tanah Papua (IMASEPA) Bandung menolak rencana penambahan Daerah Otonomi Baru (DOB) di kedua provinsi Papua. Mereka melihat pemerintah daerah yang telah ada saat ini masih belum mampu menjawab aspirasi masyarakat akar rumput sehingga DOB hanya akan menambah masalah.

Ketua Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua Bandung (IMASEPA), Roberto Rumpumbo, dalam pernyataan persnya yang diterima Jubi, Jumat (19/7/2019), mengatakan permintaan pemekaran kabupaten secara persyaratan pendirian sebuah kabupaten tidak sesuai.

“Saya menegaskan bahwa pemekaran ini tidak memenuhi syarat berdirinya suatau kabupaten maupun provinsi, (ini) sebenarnya hanya untuk kepentingan ekonomi global dan nasional yang akan menambah eksploitasi sumberdaya alam, pelanggaran HAM, kerusakan lingkungan hidup, dan perubahan adat istiadat yang akan merusak tatanan kehidupan masyarakat adat di Tanah Papua,” ungkap Rumpumbo.

IMASEPA menuding pemekaran baru justru akan memperkaya kaum elit bersama kolonialisme berbentuk perusahaan-perusahaan asing.

Loading...
;

“Kami tidak mau tanah adat dikuasai oleh asing maupun negara, sebab negarapun dijajah oleh kolonialisme,” ujarnya.

IMASEPA menyampaikan aspirasi penolakan mereka itu dengan unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, Kamis (18/7/2019) lalu. Puluhan mahasiswa Papua itu membentangkan spanduk penolakannya di depan Gedung Sate.

Dalam butir-butir pernyataan sikapnya, IMASEPA menuntut agar Presiden terpilih Joko Widodo menghentikan rencana dan pembahasan calon-calon DOB baru di Tanah Papua. Pemerintah kedua provinsi di Papua juga diminta menghentikan upaya lobi untuk penetapan DOB tersebut. Mereka juga menuntut Gubernur Papua, Lukas Enembe; DPR Papua; MRP; menghentikan permintaan pembahasan Daerah Otonomi Baru Papua secara sepihak tanpa keterlibatan rakyat Papua.

Secara khusus mereka juga meminta Asosiasi Bupati-Bupati Meepago menghentikan aktivitas lobi-lobi calon Daerah Otonomi Baru Papua di Jakarta, yang dalam hal ini menyangkut Provinsi Papua Tengah.

Di Manokwari, Provinsi Papua Barat puluhan mahasiswa juga berdemonstrasi menolak usulan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Tanah Papua.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Pimpinan Kota Mnukwar, Forum Independen Mahasiswa West Papua (KPKM-FIM-WP) itu berdemonstrasi di halaman kantor DPR Papua Barat, Selasa (16/7/2019).

Mahasiswa mendesak para wakil rakyat untuk tidak lagi menyetujui penambahan Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Papua dan Papua Barat.

Beberapa alasan mahasiswa menolak DOB karena DOB dinilai hanya kepentingan sekelompok elit Papua, yang berkedok percepatan pembangunan dan kesejahteraan. DOB pada akhirnya akan mematikan hak-hak OAP di atas negerinya sendiri.

“Jangan lagi ada pemekaran, karena yang ada saat ini saja sudah tidak berjalan dengan baik,” ujar orator aksi, Peu Yeimo.

Melalui penambahan DOB, jumlah TNI/Polri dituding juga akan makin bertambah.

“DOB juga adalah jalur ampuh Pemerintah Indonesia untuk masukkan transmigrasi ke tanah Papua. Dampaknya saat ini mulai terasa,” tutur Yeimo. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top