Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

IKB- PMPJ minta Pemkab Jayawijaya segera memulangkan mahasiswa di luar Papua

Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Jayawijaya (IKB- PMPJ) Se-Jawa dan Bali saat memberikan keterangan pers di Jayapura. – Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Jayawijaya atau IKB- PMPJ se-Jawa dan Bali, Melkias Itlay meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya segera memulangkan mahasiswa asal Jayawijaya yang masih berkuliah di Jawa dan Bali. Pemulangan itu dinilai mendesak, karena ketegangan situasi di Papua meningkatkan risiko keamanan para mahasiswa.

Hal itu dinyatakan Melkias Itlay di Jayapura, Senin (7/10/2019). “Kondisi daerah kami, Kabupaten Jayawijaya maupun Papua, belum kondusif. Mengingat kemanan [para mahasiswa] yang masih berdomisili di berbagai kota studi di Jawa dan Bali, [mereka harus segera] dipulangkan,” kata Itlay.

Itlay meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya segera membentuk tim untuk memulangkan para mahasiswa asal Jayawijaya yang sedang berkuliah di Jawa atau Bali. “Pemerintah Kabupaten Jayawijaya [juga] harus memberikan perhatian khusus terhadap mahasiswa dan mahasiswa asal Jayawijaya yang  ditahan Kepolisian Daerah Metro Jaya Jakarta,” katanya.

Itlay juga berharap tim itu membantu menelusuri para korban kerusuhan di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, khususnya korban asli Papua. Penelusuran itu penting untuk memberikan keadilan bagi seluruh korban, baik orang asli Papua maupun para pendatang yang menjadi korban kerusuhan itu.

Loading...
;

Itlay meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tidak memaksa para mahasiswa “eksodus” yang telah pulang ke Papua kembali berangkat menuju berbagai kota studi di luar Papua. Ia menyatakan yang bisa menilai keamanan para mahasiswa Papua di luar Papua adalah mahasiswa itu sendiri.

Pengurus IKB- PMPJ lainnya, Demi Dabi meminta pemerintah daerah maupun TNI/Polri selaku aparat keamanan membuka ruang demokrasi di Papua, agar para mahasiswa Papua dapat berekspresi dan menyatakan pendapat di muka umum. “Polda Papua [jangan] menambah personil TNI/Polri di Wamena. Personil TNI/Polri [di sana] harus ditarik kemabli, karena membuat masyarakat [asli Papua] trauma dan memberi kesan [Wamena adalah] daerah operasi militer. Saat ini, ada banyak masyarakat [asli Papua] yang mengungsi di kampung [yang jauh],” kata Dabi.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top