Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Imamat adalah jalan tanggapi panggilan Tuhan

Kelima imam dan dua diakon usai ditahbiskan di gereja Katedral Tiga Raja Timika, Jumat, (5/10/2019) – Jubi/Abeth You

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Timika, Jubi – Uskup Keuskupan Agats, Papua, Mgr. Aloysius Murwito, OFM, mengatakan keputusan iman yang diambil lima imam baru yangbaru saja ia tahbiskan pada Jumat, (4/10/2019) adalah tanggapan menuju kesempurnaan, kesucian, dan kesempurnaan kasih.

“Proficiat atas keputusan iman yang anda semua atas keputusan iman yang anda semua ambil untuk menanggapi panggilan Tuhan untuk kesempurnaan kesucian, kesempurnaan kasih, melalui jalan imamat,” kata , Mgr. Aloysius Murwito, OFM dalam khotbahnya di gereja Katedral Tiga Raja Timika.

Menurutnya, jalan imamat adalah salah satu dari sekian banyak jalan lain untuk menanggapi panggilan Tuhan. Karena itu dirinya berharap para imam baru semakin bahagia dalam imamat dan semakin gembira dalam perutusan yang akan dipercayakan.

Upacara tahbisan dimulai dengan diarak oleh keluarga dan umat dari masing-masing calon pastor dan calon diakon dari halaman pastoran Tiga Raja hingga depan gereja Katedaral. Terutama tarian khas dari suku Kamoro.

Loading...
;

Mgr. Aloysius Murwito, OFM bersama administrator Diosesan Keuskupan Timika, P. Marthen Ekowaibi Kuayo, Pr dan ketua Unio Projo Keuskupan Timika, P. Domin D. Hodo, Pr serta 51 Konselebran, lima calon imam, dan dua calon Diakon bersama putra-putri altar, lektor, dan pemazmur berarak ke depan altar. Dilanjutkan dengan ritus pembuka, liturgi sabda hingga liturgi tahbisan.

Usai itu Uskup mengucapkan doa tahbisan imam baru membawa kasula ke tempat duduknya dan orangtuanya mengenakan pakaian kebesaran seorang imam dan kembali menghadap Uskup lalu mereka diurapi.

Uskup minta kelima imam dan dua diakon agar menjalankan penginjilan sebagai imam yang baik, menjadi saksi Tuhan di tengah-tengah masyarakat dan di mana saja mereka melayani.

“Terutama kesaksian hidup bukan hanya melalui kata-kata atau khotbah, melainkan dengan kesaksian hidup,”ujarnya.

Administrator Diosesan Keuskupan Timika, Pastor Marthen Ekowaibi Kuayo, Pr mengatakan, dengan dithabiskan lima pastor tersebut maka jumlah imam di Keuskupan Timika menjadi 32 orang. “Sesungguhnya ini masih kurang. Kalau dalam satu keluarga ada anak laki-laki toloh kasih ke gereja. Wilayah pelayanan gereja Katolik ini besar dan luas,” katanya.

“Untuk lima imam kami beri waktu misa perdana di keluarga dan masing-masing kampung sampai akhir bulan Oktober ini. Masuk tanggal 1November 2019 harus kembali ke tempat tugas masing-masing,” ujar Kuayo. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top