Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Imigrasi Makassar deportasi penjual obat kuat asal China

Ilustrasi deportasi, pixabay.com

Sudah dua minggu melakukan penjualan seperti obat kuat, suplemen dan berbagai jenis kepada masyakat di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Kantor Imigrasi Klas I Makassar, Sulawesi Selatan mendeportasi seorang Warga Negara Asing asal China, Zhang Hecheng, penjualan obat kuat.  Zhang sebelumnya dipenjara tujuh bulan dalam kasus melanggar visa kunjungan.

“Yang bersangkutan melanggar izin penjualan obat-obatan serta menyalahgunakan visa kunjungan sosial budaya dan wisata, namun berkegiatan menjual obat,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Klas I Makassar Andi Pallawarukka, saat rilis di kantornya, Makassar, Senin,(6/5/2019).

Berita terkait : Kantor imigrasi Sukabumi deportasi dua pekerja asal China

Loading...
;

Sejumlah mahasiswa Papua Barat di Jerman terancam dideportasi

12 WNA dideportasi dari Lapas Nabire

Zhang Hecheng telah melanggar pidana Pasal 122 huruf a Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

“Dideportasi hari ini dikawal staf seksi intelejen dan penindakan Imigrasi Makassar untuk diserahkan ke Pemerintah China,” kata Andi menjelaskan.

Tercatat  Zhang diketahui sudah dua minggu melakukan penjualan seperti obat kuat, suplemen dan berbagai jenis kepada masyakat di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Ia tertangkap oleh tim Pengawasan Orang Asing (Pora) setelah mendapat informasi dari petugas kepolisian Kabupaten Sinjai yang mencurigai WNA melakukan kegiatan perdagangan tanpa dokumen pendukung dan melanggar izin tinggal.

“Dia  mengaku baru pertama kali berjualan di Sinjai, tapi di tempat lain sudah lama berjualan. Ini kasus pertama ditemukan petugas imigrasi,” ujar Andi menjelaskan.

Baca juga : 21 WNA akan dideportasi Imigrasi Mimika

Sebanyak 28 warga PNG dideportasi melalui Sota

Meski demikian tidak semua obat yang dijual tidak semua berasal dari China, ada juga obat yang dibeli di Sulsel untuk dipasarkan pelaku kepada masyarakat.

Zhang sebelumnya dihukum  enam bulan dengan tambahan satu bulan dan total dijalani selama tujuh bulan penjara karena tidak mampu membayar denda Rp 200 juta yang dijatuhkan hakim. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top