Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Impian Yayasan Jendela untuk SDM Mee di Dogiyai

Yohanes Tebai, para guru, dan siswa-siswi di SMA Negeri 1 Dogiyai. – Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Yayasan Jendela mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) suku Mee khususnya di Kabupaten Dogiyai, untuk mendampingi dan mengantarkan mereka berkuliah di berbagai perguruan tinggi di dalam maupun di luar negeri.

Selain itu, Ketua Tim Kerja, Yohanes Tebai mengatakan Yayasan Jendela juga mempersiapkan para pelajar sejak dini dengan berbagai keahlian di bidang bahasa Inggris termasuk tes TOEFL, Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia.

Menurutnya untuk kelas di Dogiyai akan diajarkan materi dengan sistem belajar tele education untuk kelas TOEFL, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Sistem pembelajaran ini secara antusias diikuti oleh warga Dogiyai terutama oleh siswa kelas II dan III SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Dogiyai.

“Sistem belajar ini pertama di Papua dan efektif dikembangkan di Papua terutama Dogiyai, karena melihat kekurangan guru serta sifat dan karakter belajar siswa. Bahan ajar video direkam oleh para dosen dan profesor dari Universitas Indonesia, Universitas Negeri Medan, dan Universitas Nommensen, sebagai mitra Yayasan,” ujarnya, kepada Jubi di Dogiyai, Kamis, (28/11/2019).

Menurut dia, bahan ajar video itu berisi materi tips dan trik cepat mengerjakan TOEFL, Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi yang akan dikirim ke Yayasan, dan akan diputar serta dipandu oleh guru bidang studi tersebut, lalu setelah diputar videonya akan dibagikan ke peserta secara gratis.

“Itu agar bisa ditonton terus oleh siswa, kapan dan di mana saja. Dengan menonton berulang-ulang, peserta akan terbiasa menjawab soal yang sama dan dapat dilatih dengan menjawab soal yang sama,” ujarnya.

Loading...
;

Menurut dia, selama ini Yayasan belum ada donator dan hanya karena rindu mempersiapkan SDM maka dilakukanlah proses belajar itu. Lanjut dia, apabila ada bantuan dari donatur, Yayasan ini berencana akan melakukan simulasi tes TOEFL dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) untuk mengukur kemampuan peserta.

“Setelah beberapa bulan belajar dan beberapa kali simulasi tes serta setelah dianggap bisa, akan dilakukan tes final TOEFL dan SBMPTN agar peserta Dogiyai terbiasa mengikuti tes SBMPTN dan memiliki sertfikat TOEFL yang berlisensi dari ETS Amerika, untuk masuk perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi terbaik di dalam dan luar negeri, serta berkuliah secara gratis dengan beasiswa menuju Dogiyai Bahagia,” kata Tebai.

Ia menambahkan, Pemerintah Dogiyai melalui Kepala Dinas Pendidikan, telah menerima baik kehadiran Yayasan ini.

Kepala SMA Negeri 1 Dogiyai, Ariet Kegiye menyatakan sistem belajar dengan pemutaran video adalah terobosan terbaru dalam belajar TOEFL, Metematika, Fisika, Biologi dan Kimia yang sangat diperlukan siswa jurusan IPA.

“Karena sementara di Dogiyai hanya ada di SMA Negeri 1 Dogiyai, selama ini kami kekurangan guru Fisika dan baru mengenal TOEFL sehingga hal ini sangat membantu kami,” ujar Kegiye.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala SMA Negeri 2 Dogiyai, Fredi Yobee. Menurut dia, pihaknya mengapresiasi Yayasan yang menyelenggarakan sistem belajar itu di wilayah Kamuu, terutama di sekolah yang dipimpinnya.

“Kami apresiasi Yayasan Jendela datang ajarkan di SMA, yang cara belajarnya dengan menonton video. Ini sebagai bahan ajar utama dan tambahan di sekolah saat jam kosong, dan video akan diputar satu jam setelah pulang sekolah, serta setelah jam kosong,” ucapnya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top