Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Imunisasi dasar cakupannya rendah, KLB Asmat jangan sampai terulang

Legislator Papua, Frits Tobo Wakasu – Jubi/Arjuna Pademme

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Legislator Papua dari 14 kursi pengangkatan perwakilan wilayah adat Animha, Frits Tobo Wakasu tidak ingin kejadian luar biasa (KLB) kesehatan kembali terjadi di Kabupaten Asmat, seperti di akhir 2017 lalu.

Anggota komisi yang membidangi pendidikan dan kesehatan DPR Papua itu mengatakan, Asmat merupakan satu dari 17 kabupaten di Papua yang dinyatakan Dinas Kesehatan provinsi rawan terjadi KLB kesehatan tahun ini, lantaran rendahnya cakupan imunisasi dasar.

Frits Tobo Wakasu yang merupakan anak asli Asmat, mengingatkan pemerintah kabupaten setempat segera melakukan langkah pencegahan, agar apa yang dikhawatirkan tersebut tidak terjadi.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat mesti pro aktif melakukan pencegahan. Jangan sampai KLB kembali terjadi di Asmat. Jangan setelah ada kejadian barulah pemerintah daerah mulai melakukan upaya penanganan,” kata Frits Tobo Wakasu kepada Jubi, Jumat (15/2/2019).

Loading...
;

Menurutnya, masyarakat yang berada di wilayah pedalaman, termasuk Asmat terkadang menganggap imunisasi tidak penting. Untuk itu, dinas terkait di kabupaten mesti terus mensosialisasikan pentingnya imunisasi dan berbagai kemungkinkan dampak yang dapat timbul jika anak usia dini tidak mendapat imunisasi memadai.

“Masyarakat mesti disadarkan. Memang butuh waktu, tapi bukan berarti pemerintah harus pasrah,” ujarnya.

Jangan sampai, karena tak ada berupaya maksimal, akan ada anggapan dari masyarakat dan pihak lain jika pemerintah daerah tidak memperhatikan masyarakat.

“Namun masyarakat sendiri juga harus memiliki kesadaran. Kalau pemerintah mensosialisasikan pentingnya imunisasi, jangan berpikir negatif. Ikuti semua proses yang disarankan,” ucapnya.

Sementara Ketua Komisi V DPR Papua, komisi bidang pendidikan dan kesehatan, Jack Kamasan Komboy mengatakan, Dinas Kesehatan Papua perlu segera mengundang para kepala Dinas Kesehatan 17 kabupaten yang disebut rawan KLB untuk membicarakan langkah antisipasi.

“Ini terkait masa depan generasi Papua. Para bupati 17 kabupaten itu juga mesti memerintahkan kepala Dinas Kesehatan setempat segera melakukan antisipasi,” kata Jack Komboy.

Menurutnya, dibutuhkan perhatian serius kepada daerah dalam mencegah kemungkinan terjadinya KLB pada 17 kabupaten itu. (*)

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top