Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Indeks pembangunan gender Papua terendah di Indonesia

Jalan santai kampanye Hari Perempuan Internasional di Jayapura, Jumat (8/3/2019) – Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Indeks Pembangunan Gender di Provinsi Papua 2016, yang berada pada level 78,52 merupakan yang terendah di Indonesia. Rendahnya indeks pembangunan gender Papua itu antara lain disebabkan tingginya angka kekerasan berbasis gender, serta rendahnya akses maupun pemenuhan hak dasar perempuan terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Hal itu dinyatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Anike Rawar pada kegiatan jalan santai peringatan Hari Perempuan Internasional di Jayapura, Papua, Jumat (8/3/2019). “Data Indeks Pembangunan Gender atau IPG tahun 2016 menunjukkan angka provinsi Papua terendah dari provinsi lain di Indonesia yaitu 78,52. Sedangkan angka IPG nasional 90,82,” kata Rawar.

Rawar mengatakan perempuan di Papua masih menghadapi berbagai tantangan untuk bisa kesetaraan dengan laki-laki, termasuk maraknya kekerasan seksual, kekerasan fisik, maupun kekerasan psikis terhadap perempuan. Perempuan di Papua juga masih kesulitan mendapatkan pelayanan pendidikan maupun kesehatan.

“Untuk membangun kesadaran publik, maka DP3AKB Provinsi Papua bersama USAID memperingati Hari Perempuan Internasional dengan jalan santai sebagai bentuk kampanye. Kami mendorong pemenuhan hak perempuan Papua untuk setara, maju, dan bebas dari kekerasan. Tema kampanye Hari Perempuan Internasional, #BalanceforBetter yang kami maknai  ‘setara lebih baik’ penting untuk memajukan pemenuhan hak perempuan di Papua,” kata Rawar.

Loading...
;

Rawar menyatakan pihaknya membutuhkan dukungan semua pemangku kepentingan untuk menghilangkan kekerasan terhadap perempuan. “Kami juga membutuhkan dukungan semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemenuhan hak-hak dasar perempuan di Papua,” kata Rawar.

Panitia penyelenggara jalan santai tersebut, Epa Ulin mengatakan kampanye Hari Perempuan Internasional di Jayapura itu diikuti sejumlah organisasi perempuan, gereja, maupun masyarakat umum. “Kegiatan jalan santai ini dihadiri kurang lebih 70 sampai 80 peserta. Fokus kampanye kami adalah memastikan perempuan di Papua maju, setara, dan bebas dari kekerasan,” katanya.

Ironisnya, pada hari kampanye global anti kekerasan terhadap perempuan itu, polisi justru membubarkan aksi Hari Perempuan Internasional yang digelar Gerakan Perempuan Revolusioner West Papua (GPRWP) di Kota Jayapura, Jumat (8/3/2019). Aksi yang mengangkat isu “darurat kesehatan di seluruh tanah Papua” itu digelar di gerbang kampus Universitas Cenderawasih sejak pukul 08.00 WP.

Awalnya, massa GPRWP berencana menyampaikan aspirasinya ke Dewan Perwakilan Rakyat Papua. Akan tetapi, Polisi menghadang peserta aksi hingga kembali masuk ke dalam kampus dan batal mendatangi DPRP. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top