Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Indonesia berusaha manfaatkan Guangxi dan Fujian sebagai gerbang ekspor ke China

Foto ilustrasi. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Minggu – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan Indonesia berupaya memanfaatkan keberadaan Guangxi dan Fujian sebagai zona perdagangan bebas untuk meningkatkan ekspor ke China. Hal itu disampaikan dalam pertemuan bilateral Kementerian Perdagangan RI dengan Administrative Committee of Guangxi Pingxiang Integrated Free Trade Zone pada Jumat (20/9/2019) lalu.

Menurut Enggartiasto, zona perdagangan bebas di Provinsi Guangxi dan Fujian dapat menjadi pintu masuk bagi produk sarang burung walet setengah jadi, produk buah-buah, maupun sejumlah produk Indonesia lain untuk masuk ke pasar China. Enggartiasto menyebut peluang itu muncul karena Provinsi Guangxi dan Fujian diberi kekhususan untuk menjadi zona perdagangan bebas di China.

“Kota Pingxiang di Provinsi Guangxi dan Provinsi Fujian mendapat kekhususan dari Pemerintah China, menjadi daerah ekonomi spesial. Kedua kota tersebut dapat menerima berbagai komoditas yang kemudian akan diolah dan menjadi pintu masuk ke pasar China. Komoditas Indonesia dapat masuk melalui jalur darat dan laut,” kata Enggartiasto.

Enggartiasto menyebut keberadaan Provinsi Guangxi dan Provinsi Fujian harus dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke China. “Kita harus bisa mengoptimalkan potensi ekspor produk Indonesia ke China karena China memberi kesempatan pada Indonesia untuk memasukkan berbagai produknya ke China. Peluang inilah yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” pungkas Enggartiasto.

Loading...
;

Dalam rangka persiapan pameran China-ASEAN Expo ke-16 di Pingxiang, Guangxi, pada Jumat Enggartiasto telah bertemu Executive Deputy Director of the Administrative Committee of Guangxi Pingxiang Integrated Free Trade Zone Wang Fanghong. Enggartiasto bersama Wang Fanghong mengunjungi perbatasan darat China dan Vietnam di Pingxiang. Perbatasan di Provinsi Guangxi itu merupakan rute jalan darat ekspor komoditas dari negara ASEAN seperti Thailand dan Vietnam.

Enggartiasto juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman Edible Bird’s Nest Processing Project Settled In antara Pemerintah China dan perwakilan perusahaan FKS Group dari Indonesia. “Ini merupakan awal kerja sama yang baik. Kita harap kerja sama ini dapat meningkatkan ekspor produk-produk potensial Indonesia dan mengisi pasar-pasar di China,” ujar Enggartiasto.

Indonesia memiliki pekerjaan rumah besar untuk segera memacu ekspornya, demi mengatasi defisit neraca perdagangannya pada tahun ini. Meskipun Neraca Perdagangan Indonesia pada Agustus 2019 telah mengalami surplus 85,1 juta dolar AS, akan tetapi Neraca Perdagangan Indonesia sepanjang Januari – Agustus 2019 masih mengalami defisit 1,81 miliar dolar AS.

Nilai ekspor pada Januari-Agustus 2019 baru mencapai 110,4 miliar dolar AS, sementara nilai impor pada periode yang sama telah mencapai 111,8 miliar dolar AS. “Neraca perdagangan [pada Januari] hingga Agustus [2019] masih defisit. Namun nilainya menipis menjadi 1,81 miliar dolar AS,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto di Jakarta pada Senin (16/9/2019).(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top