Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ini kata pastor Paroki Ilaga terkait situasi Distrik Gome, Puncak

Salah satu warga Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua, ditandu untuk mengungsi ke Kampung Yenggernok di Distrik Gome demi menghindari penyisiran yang dilakukan aparat keamanan. – IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pastor Paroki St Petrus Ilaga, Pastor Ronal Sitanggang Pr mengatakan pihaknya belum menampung warga sipil yang mengungsi dari penyisiran aparat keamanan di sejumlah kampung di Distrik Gome sejak 24 Agustus 2019.  Hingga kini penyisiran masih berlangsung, namun jarang terjadi kontak senjata berkepanjangan antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata.

Pater Ronal Sitanggang Pr, mengatakan, kemudian hingga sampai saat ini tidak ada pengungsi yang tinggal di depan pastoran ataupun dan gereja Katolik. Menurutnya, penyisiran itu tidak secara langsung berdampak terhadap kantong umat Katolik di Kabupaten Puncak.

“Saya bisa pastikan umat katolik itu aman. Honai-hoani yang umat katolik punya itu tidak ada yang dibakar. Baik di stasi maupun di Gome. Hanya tiga stasi [di Distrik Gome]. Stasi Puluni, Mundidok dan Gome. Saya sudah mengecek kondisi umat di ketiga stasi ini. Umat dalam keadaan aman dan honai-honai tidak ada yang dibakar. Tidak ada umat yang mengungsi ke pastoran atau gereja Katolik. Tapi ada umat yang kini memilih tinggal di rumah kerabatnya di Kago,” katanya saat dihubungi Senin (2/9/2019).

Namun ia membenarkan ada sejumlah warga yang mengungi ke Kampung Yenggernok di Distrik Gome. Menurut Pastor Ronal, sebagian warga yang mengungsi Kampung Yenggernok itu diungsikan oleh tentara, karena kampung mereka menjadi wilayah operasi pengejaran kelompok bersenjata.

Loading...
;

Ia tidak mengetahui berapa jumlah warga yang mengungsi di Kampung Yenggernok, karena masih sibuk memeriksa kondisi umat Katolik di ketiga stasi di Gome. “Mereka harus mengungsi [ke Kampung Yenggernok] karena di lokasi mereka militer masuk, tentara masuk,” kata Pastor Ronal.

Aparat keamanan mulai menyisir sejumlah kampung di Distrik Gome pada 24 Agustus 2019 lalu, untuk mengejar kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang dipimpin Goliat Tabuni dan Anton Tabuni. Penyisiran itu seketika membuat 800 warga sipil mengungsi ke di Kantor Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia atau GKII di Kampung Yenggernok, Distrik Gome. Kini, jumlah pengungsi telah bertambah lagi menjadi sekitar 1.500 orang.

Menurut Pastor Ronal, sejak penyisiran aparat keamanan di Distrik Gome dimulai pada 24 Agustus 2019, telah beberapa kali terdengar suara tembakan. Akan tetapi, tidak pernah terjadi tembak-menembak berkepanjangan antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata.

“[Memang ada] suara tembakan-tembakan begitu. Saya instruksikan ke umat Katolik supaya tenang, jangan sampai gugup atau meninggalkan honai masing-masing. Supaya jangan sampai ada pembakaran [honai]. Saya berharap umat tetap tenang. Jika nantinya terjadi perlawan di antara kedua kubu, saya akan instruksikan supaya [umat] kumpul semua di gereja. Tapi hingga saat ini tidak terjadi tembak-menembak, umat masih bisa kita amankan,” katanya.

Pater Ronal Sitanggang Pr  menduga penyisiran yang dilakukan aparat di Distrik Gome merupakan kelanjutan dari peristiwa terbunuhnya seorang prajurit TNI bernama Briptu Hedar di Kabupaten Puncak pada 12 Agustus 2019 lalu.

Salah satu warga Distrik Gome yang keberatan disebutkan identitasnya menyatakan jumlah pengungsi telah bertambah lagi menjadi sekitar 1.500 orang. “Sekarang sudah ada sekitar 1500 jiwa yang mengungsi. Mereka berasal dari banyak kampung di Gome,” katanya, kepada Jubi melalui sambungan seluler, Senin.

Berdasarkan pengamatannya masyarakat yang mengungsi ialah itu berasal dari Kampung Misimaga, Agiyome, Gome, Kelanungin, Ninggabuma, Tegelobak, Upaga, Wako, dan Yonggolawi. Sebagian pengungsi ditampung di tenda darurat yang didirikan di halaman Kantor Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia atau GKII di Kampung Yenggernok. Sebagian lainnya tinggal di Gereja Samaria, dan tersebar di rumah 17 warga di Yenggernok.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top