Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ini motif penyerangan terhadap pendukung PSM

Ilustrasi pixabay.com

“Tidak ada keterangan disuruh, itu semua berasal dari inisiatif dan kemauan para tersangka karena tidak senang melihat selebrasi,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jakarta, Jubi – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar,  mengungkapkan motif pelaku penyerangan terhadap pendukung PSM dilakukan karena kesal saat peserta nonton bareng di Kafe Komandan, Tebet, Jakarta Selatan melakukan selebrasi.

“Tidak ada keterangan disuruh, itu semua berasal dari inisiatif dan kemauan para tersangka karena tidak senang melihat selebrasi,” kata Indra, Jumat, (9/8/2019).

Baca juga : Legislator: Penyerangan Tim Ekspedisi Papua Terang karena salah paham

Loading...
;

Aktor di balik penyerangan Kemendagri diminta bertanggung jawab

Pelaku Penyerangan di Kampung Kome Gunakan Senjata Polri

Indra mengatakan Polres Metro Jakarta Selatan masih mengonfirmasi kepada pihak Jakmania mengenai keanggotaan para pelaku yang melakukan pelemparan batu dan tergolong dalam tindak pengeroyokan.

Meskipun tidak ada korban jiwa, kerusakan materiil ditemukan pada properti Kafe Komandan yang merupakan saksi bisu kejadian penyerangan itu.

“Satu buah mobil milik suporter PSM dan kaca belakang mobil patroli milik petugas, juga mengalami kerusakan akibat penyerangan berbentuk pelemparan batu itu,”kata Indra menjelaskan.

Ia mengharapkan para suporter yang menyaksikan laga sepak bola tidak lagi terpancing emosi, agar kejadian serupa tidak terulang lagi pada pertandingan mendatang.

“Masalah ini sudah selesai, tidak perlu diperpanjang lagi. Kedua koordinator lapangan masing-masing klub juga sudah bertemu dan tidak ada masalah,” katanya.

Sebelumnya telah terjadi penyerangan terhadap peserta nonton bareng yang merupakan pendukung PSM Makassar di Kafe Komandan, Tebet, Jakarta Selatan pada saat laga Piala Indonesia antara PSM Makassar kontra Persija Jakarta.

Setelah melewati tahapan penyelidikan dan penyidikan, Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan 8 tersangka dalam kasus ini, yaitu GDP, SF, FR, S, TR, ZA, AS, dan MRS. Tiga di antara delapan pelaku masih di bawah umur. Atas ulahnya tersebut, para pelaku yang berstatus dewasa terancam dijerat pasal 170 KUHP tentang tindak pidana bersama-sama melakukan kekerasan dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top