HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ini pendapat peneliti tentang aksi massa Halalbihalal di Jakarta

Ini pendapat peneliti tentang aksi massa Halalbihalal di Jakarta

Ilustrasi protes demontrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jakarta, Jubi– Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bidang perkembangan politik lokal Prof. Hermawan Sulistyo, mengkritik rencana aksi Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang akan menggelar aksi massa bertajuk Halal Bihalal Akbar. Hermawan berpendapat, halalbihalal adalah momen untuk saling memaafkan satu sama lain di tempat yang tenang, bukan di jalanan.

“Pertama, halalbihalal itu untuk silaturahim saling maaf memaafkan di tempat yang tenang. Di MK itu sedang sibuk pengambilan keputusan, sedang ada masalah sengketa hasil Pilpres,” kata Sulistyo, rabu, (26/6/2019).

Berita terkait : Ini kronologi unjuk rasa Bawaslu yang berujung ricuh

Polisi hadang belasan anak ikut demonstrasi ke Jakarta

Polisi bubarkan pengunjuk rasa di Bawaslu

Selain itu Sulistyo menjelaskan aksi menuntut pengusutan kecurangan Pilpres 2019 di Bawaslu pada 21 dan 22 Mei yang berujung kerusuhan, semestinya menjadi pelajaran bagi pihak-pihak lain yang hendak mengerahkan massa.

Pihaknya khawatir akan ada pihak tertentu yang akan memanfaatkan kerumunan massa untuk tujuan tertentu.

“Yang mau halalbihalal, apa tidak takut terjadi seperti kemarin lagi (jatuh korban)? Masa halalbihalal di tengah jalan, halalbihalal itu silaturahmi di tempat yang lagi tak ada konflik politik,” kata Hermawan menjelaskan.

Sulistyo menyarankan Polri untuk melakukan upaya preventif dengan mencegah warga dari luar Jakarta yang hendak ikut dalam kegiatan di sekitar MK, masuk ke wilayah Jakarta. Polisi harus tahu sumber massanya. “Kalau misalnya dari Banten ya polisi Banten-lah yang bertindak mengupayakan preventifnya. Jangan setelah ada penembakan, baru sibuk semua,” katanya.

Sebelumnya Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin menyampaikan rencana PA 212, GNPF dan beberapa organisasi lainnya untuk mengawal sidang putusan PHPU di Mahkamah Konstitusi. Novel beralasan pada kesempatan yang sama juga akan dilakukan kegiatan halalbihalal.

“Agendanya juga sama untuk menegakkan keadilan, kecurangan agar bisa didiskualifikasi dengan pengawalan masyarakat, jangan takut terhadap kepentingan-kepentingan penguasa,” kata Novel.

Novel menyebut aksi tersebut merupakan kesepakatan Ijtimak Ulama. “Karena juga masih (bulan) Syawal ya kami buat sekalian halalbihalal di sana. Itu kan Ijtimak Ulama, bukan hanya satu ulama saja. Ijtimak ulama itu kita selalu mengikuti keputusan para ulama,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)