HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ini penjelasan Sekwan DPR Papua terkait pengembalian mobil dinas

Sekwan DPR Papua Dr. Julia J Waromi, SE, M.Si saat menunjukkan kunci salah satu kendaraan dinas yang dikembalikan – Jubi/Arjuna.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPR Papua, Julia J Waromi menyatakan hingga 31 Juli 2019, sebanyak 12 kendaraan dinas telah dikembalikan mantan anggota DPR Papua periode 2009-2014 ke sekretariat dewan.

Ia mengatakan, di antara kendaraan dinas tersebut telah dikembalikan sebelum pertemuan Pemprov Papua dan jajarannya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, juga ada yang dikembalikan setelah pertemuan.

“Kami menindaklanjuti pertemuan dengan KPK. Meminta anggota dewan yang masih menguasai mobil dinas segera mengembalikannya. Namun sebelum pertemuan itu, kami telah menyurati para mantan dan anggota dewan aktif yang menguasai mobil dinas agar mengembalikan,” kata Julia Waromi, Jumat (2/8/2019).

Menurutnya, beberapa mantan anggota DPR Papua yang telah mengembalikan mobil dinas, di antaranya Erwin Kbarek, John Ibo, dan Kenius Kogoya. Sementara mantan anggota DPR Papua yang belum mengembalikan kendaraan dinas diantaranya, Yanni (dua unit mobil), Herman Rahail, Yan Mandenas, Stefanus Kaisiepo, Hagar Aksamina Madai, Ruben Magai (dua unit mobil), Alm Chris Risamasu, Amal Saleh, Wainan Watori, Ananias Pigai, Alm Jan L Ajomi, Marthen Marey, Alm Yance Kayame dan Johni Banua Rouw.

Loading...
;

Katanya, untuk unsur pimpinan yang menguasi mobil dinas lebih dari satu dan belum mengembalikan secara keseluruhan, diantaranya Ketua DPR Papua Yunus Wonda dan Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize.

“Tapi mereka berkomitmen mengembalikan. Dari empat kendaraan dinas yang dipegang ketua DPR Papua, beliau baru mengembalikan satu yakni jenis sedan camry. Dua lainnya akan menyusul. Begitu juga wakil ketua I DPR Papua akan segera mengembalikan,” katanya.

Ia mengatakan, beberapa anggota DPR Papua periode 2009-2014 belum mengembalikan kendaraan dinas yang mereka pakai pada periode itu. Namun mereka kembali terpilih pada periode 2014-2019. Ada yang kembali duduk di dewan hasil pemilihan legislatif lim tahun lalu, ada yang masuk sebagai anggota dewan Pergantian Antar-Waktu atau PAW, dan ada yang lewat mekanisme pengangkatan 14 kursi.

Anggota DPR Papua periode 2009-2014 yang menguasai kendaraan dinas dan kembali menjabat anggota dewan pada periode kini, yakni Boy Dawir, Jack Komboy, Alberth Bolang (PAW), Yulius Miagoni (14 kursi pengangkatan), Carolus Bolly (dua unit mobil), Nason Utty, Ignasius Mimin, Sinut Busup, Thomas Sondegau, Jus Jefry Kaunang, Yarius Balingga, dan Yulius Rumbairussy (PAW).

“Kendaraan dinas yang akan ditarik itu pengadaan periode sebelumnya. Periode 2014-2019 tidak ada pengadaan mobil dinas. Kami akan tetap menarik mobil dinas itu, karena aturannya jelas. Ini juga sesuai arahan KPK. Kami mengikuti aturan, jika tidak akan berurusan dengan hukum,” ucapnya.

Hanya saja Sekwan DPR Papua belum dapat memastikan apakah ada anggota atau mantan anggota dewan yang mengembalikan kendaraan dinas dalam dua hari terakhir (1-2 Agustus 2019). Katanya, ia mesti memastikan terlebih dahulu ke bagian sekretariat dewan yang menangani aset DPR Papua.

Pihak Sekretariat DPR Papua lanjutnya, terus mengingatkan para mantan dan anggota dewan aktif yang masih menguasai mobil dinas untuk segera mengembalikannya. Apalagi, telah ada MoU bersama Satgas Aset Pemprov Papua, Kejaksaan, Polda Papua dan KPK terkait penertiban aset.

“Anggota dewan maupun mantan anggota dewan yang masih menguasai mobil dinas, tidak boleh marah karena aturannya jelas. Ini demi mengamankan aset. Membantu pemerintah daerah agar neraca keuangan tidak terganggu oleh aset bermasalah,” katanya.

Ketua DPR Papua, Yunus Wonda beberapa hari lalu mengatakan para pimpinan dan anggota DPR Papua sepakat mengembalikan kelebihan kendaraan dinas kepada sekretariat dewan.

Hal tersebut telah disepakati dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) dewan, Selasa petang (30/7/2019).

“Tapi saya belum tahu berapa unit kendaraan dinas anggota dewan yang akan dikembalikan,” kata Wonda.

Para mantan anggota DPR Papua yang masih menguasai kendaraan dinas juga telah diminta untuk mengembalikan ke sekretariat dewan.

Kata Wonda, suka tidak suka pimpinan dan anggota dewan, juga mantan anggota DPR Papua mesti mengembalikan kendaraan itu, karena merupakan aturan yang harus dipatuhi. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top