Ini pesan mantan Bupati Merauke jelang HUT ke-117

Ini pesan mantan Bupati Merauke jelang HUT ke-117

Mantan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, sedang diwawancarai – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Mantan Bupati Merauke periode 2011-2015, Romanus Mbaraka, menyampaikan beberapa pesan sehubungan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-117 Kabupaten Merauke yang akan diperingati besok tanggal 12 Februari 2019.

“Banyak hal telah dialami dan dirasakan semua orang, baik dalam perubahan ruang maupun lahan serta rawa dalam kota yang dikeringkan untuk berbagai kegiatan pembangunan, baik kantor-kantor pemerintah, perusahan, maupun perumahan,” ujar Romanus, kepada wartawan, Senin (11/2/2019).

Kabupaten Merauke, menurutnya, berubah cukup signifikan. Hanya saja, ketika dibandingkan kabupaten lain di luar, Merauke masih tumbuh pelan. Agar lebih maju, semua harus bergandengan tangan dan bergerak secara bersama.

“Seperti saya bangun Tugu Lingkaran Brawijaya (Libra) ketika masih menjabat bupati. Dimana di bagian atasnya terdapat bola dunia. Saya katakan bahwa suatu ketika, Merauke akan menjadi kota dunia. Artinya bahwa segala hal yang kita buat, pasti memenuhi standar internasional,” katanya.

Kondisi Merauke terkini, jelas Romanus, harus jujur bahwa sedang mengalami kemunduran. “Saya pelaku ekonomi dan moneter kita agak guncang. Income masyarakat juga kecil sekali,” kritiknya.

Dengan kondisi demikian, semua harus sepakat memperbaiki dan terus bekerja keras serta bergandengan tangan. Itu baru bisa berjalan.

“Kita harus belajar dari semut. Karena Merauke mengidolakan semut. ‘Batu besar’ Merauke ini harus dipikul serta dibangun bersama,” pintanya.

Dikatakan, pemerintah juga harus memperhatikan rakyat. Tidak hanya dalam kota tetapi di kampung-kampung. Kalau boleh, pengaspalan jalan juga dilakukan di kampung, karena di sana ada penduduknya.

Makna pemerataan perlu dilakukan secara baik dari kampung hingga kota. Artinya yang dibangun di kampung sesuai kebutuhan rakyat.

“Pesan saya, mari kita beri hati untuk orang Marind. Jangan sampai mereka hanya tinggal kenangan di atas tanahnya sendiri. Dulu saya pernah kirim anak Marind sebanyak 10 orang ke Jerman untuk sekolah. Namun begitu tak menjabat, mereka putus sekolah dan kini berada di kampung masing-masing,” katanya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu, yang dimintai komentarnya meminta agar dengan HUT ke-117, pemerintah lebih memfokuskan perhatian membangun masyarakat asli Papua di kampung-kampung.

“Masih banyak persoalan di kampung yang harus ditangani serius oleh pemerintah. Olehnya, perlu kerja keras di waktu mendatang,” pinta Moses. (*)

Editor: Dewi Wulandari

loading...

Leave a Replay

Leave a Comment

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

loading...