Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ini rentetan upaya kriminalisasi pada Gubernur Papua

Aksi demo bela Gubernur Papua Lukas Enembe oleh mahasiswa Papua se Jawa-Bali – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Selalu konsisten, komitmen, jujur dan berani adalah empat kata yang tepat dialamatkan kepada Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe. Empat kata tadi merangkumkan seluruh hidupnya sebagai Gubernur Papua selama dua periode.

Hal tersebut dikatakan Korlap Carles Kosay melalui telepon seluler ketika dihubungi Jubi usai melakukan aksi demo bela Lukas Enembe di gedung KPK RI, Rabu (13/2/2019) kemarin.

Kata Carles, komitmen, konsistensi, kejujuran dan keberanian Lukas Enembe nampaknya menjadi ancaman pihak lain termaksuk pemerintah pusat. Rezim ini, melalui institusi KPK dan pihak tertentu terus mencari alasan untuk melakukan pembunuhan karakter dengan mengkriminalisasi Lukas Enembe melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Fakta adanya upaya kriminalisasi dan pembunuhan karakter yang dialami Lukas Enembe selama 2 Februari 2017 – 2 Februari 2019 di antaranya pertama pengeledahan ruang kerja Lukas Enembe di kantor Gubernur Papua oleh KPK. Kedua, pengumuman status tersangka terhadap Gubernur Lukas Enembe secara sepihak oleh Kapolda Papua pada tanggal 1 Juli 2017. Ketiga, Pemangangilan dan pemeriksaan oleh Direskrim Mabes Polri pada 18 Agustus 2017 dan keempat, adanya ancaman oleh Kementrian Dalam Negeri terhadap gubernur Lukas Enembe setelah menyampaikan penarikan pasukan TNI/Polri di Nduga melalui sidang Paripurna DPR Papua serta upaya penangkapan Operasi Tangkap Tangan terhadap Lukas Enembe oleh KPK pada 2 Februari 2019 di hotel Borobudur Jakarta Pusat,” kata Carles.

Loading...
;

Oleh karena itu, kata Carles demi perdamaian, kebenaran, demokrasi, HAM dan keadilan hukum mahasiswa Papua se Jawa-Bali menuntut KPK segera menghentikan upaya kriminalisasi terhadap gubernur Papua Lukas Enembe.

“KPK harus dengan jujur dan terbuka menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada rakyat Papua, atas semua upaya pembunuhan karakter terhadap pemimpin mereka. Kami juga meminta kepada Kapolri melalui Kapolda Metro Jaya supaya menghentikan proses pemangilan dan pemeriksaan terhadap staf sekretaris pribadi Gubernur Papua serta Sekda Provinsi Papua, karena mereka adalah korban pembohongan publik KPK,” tegasnya.

Sementara itu Lena salah satu mahasiswa yang juga hadir menyampaikan aspirasi mengatakan upaya kriminalisasi, pembunuhan karakter, pelangaran HAM terus terjadi di tanah Papua. Rezim Jokowi-JK dianggap telah gagal menjaga dan melindungi Gubernur Papua.

“Tidak hanya itu kriminalisasi dan krisis kemanusiaan di Nduga dan Papua, maka kami mahasiswa dan rakyat Papua memboikot Pileg dan Pilpres tahun 2019,” tegasnya.(*)

 

 

Editor   : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top