HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ini simbol budaya masyarakat dayak Bekawang,

Ilustrasi kerjinan dayak, Kalimantan

Peresmian rumah adat Dayak itu diwarnai karnaval dan tarian masyarakat dayak di Bengkayang

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Pontianak, Jubi – Peresmian Rumah Adat Dayak, Ramin Bantang, dalam Festival Budaya Dayak (FBD) di Kabupaten Bekawang, Kalimantan Barat diakui menjadi simbol budaya masyarakat dayak setempat. Tercatat peresmian rumah adat Dayak itu diwarnai karnaval dan tarian masyarakat dayak di Bengkayang.

“Adanya Ramin Bantang yang merupakan rumah bersama untuk suku Dayak yang ada di Kabupaten Bengkayang menjadi ikon baru suku daya di Bengkayang,” kata Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Bengkayang, Martinus Kajot, Selasa, (9/7/2019).

Baca juga : Isu penyelamatan lingkungan harus dibudayakan

Loading...
;

Strategi Pemprov Papua budidayakan sagu

Berdayakan nelayan lokal, Bupati Nabire serahkan sejumlah bantuan

Martinus menyatakan ikon tersebut akan menjadi kebanggaan adat Dayak kabupaten Bengkayang telah memiliki rumah adat yang sekian lama dinantikan. Ia optimistis Ramin Bantang akan menjadi satu di antara destinasi wisata di Bengkayang.

Di rumah adat tersebut dari setiap apa yang dihadirkan selalu mengandung tersendiri. “Misalnya, dua ekor burung Enggang dibuat karena Bupati Bengkayang baru ada dua orang,” kata Martinus menambahkan.

Selain itu 20 ekor anak Enggang yang dimaknai Kabupaten Bengkayang yang sudah berusia 20 tahun. Di Ramin Bantang itu juga terdapat gambar anjing dan manusia yang berdiri di gerbang sebagai simbol yang menceritakan pada zaman dulu nenek moyang orang Dayak  hidup suka berburu dan ditemani oleh seekor anjing.

Menurut dia, komitmen menjaga adat dan budaya sudah menjadi tanggung jawab bersama. Pengenalan budaya terus dilakukan termasuk melalui Festival Budaya Dayak (FBD) yang pertama. Hal itu sebagai bentuk bahwa adat dapat menyatukan dan berdampak kepada kebudayaan yang tetap lestari.

“Adat dan tradisi yang ada perlu kita kembangkan dan jaga karena adat istiadat itu titipan leluhur pada kita. Yang perlu kita jaga. Semoga FBD ini dapat mempererat persatuan kita,” katanya.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, menyambut baik dengan diselenggarakannya Festival Budaya Dayak I Kalbar dan peresmian Ramin Bantang. Menurutnya rumah adat merupakan salah satu sarana pelestarian adat istiadat suku dayak.

“Ramin Bantang menjadi ikon baru bagi daerah. Sehingga semakin mempermudah promosi di bidang pariwisata, khususnya wisata budaya,” kata Gidot.

Gidot  mengingatkan agar generasi muda sebagai generasi penerus tidak mudah melupakan adat istiadat dan budaya, meski tantangan perkembangan saat ini semakin canggih dan cepat.

“Mari generasi muda untuk terus melestarikan dan memeliharanya. Jangan lupa dengan adat istiadat dan budaya walau di zaman yang serba canggih,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top