Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Inventarisasi SDA, upaya konservasi dari Pemkot Jayapura

Pemerintah Kota Jayapura saat menggelar konsultasi publik inventarisasi RPPLH – Jubi/Ramah.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura mulai melakukan inventarisasi sumber daya alam (SDA) yang masuk dalam Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) jangka panjang.

“Sistem proteksi RPPLH ini adalah untuk mewilayahkan administratif, namun di dalam wilayah administratif memang ada ilegal logging maupun pertambangan pada kawasan hutan yang merusak kawasan konservasi lingkungan hidup,” ujar Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Agripa Wally dalam konsultasi publik RPPLH di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (23/5/19).

Dikatakan Wally, inventarisasi ini melibatkan lembaga masyarakat adat, kepala kampung, kelurahan dan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Jayapura untuk mendengar secara langsung permasalahan lingkungan dan memberikan analisis dampak lingkungannya.

“Setelah dilakukan inventarisasi barulah dibuatkan rancangan peraturan daerah. Inilah pentingnya kita saling bersinergi untuk mendewasakan masyarakat agar melestarikan lingkungan hidup,” tutur Wally.

Dijelaskannya, inventarisasi sumber daya alam untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan, tingkat keberhasilan, dan apa saja yang bisa dipakai untuk landasan ke depan dalam pengelolaan sumber daya alam di Kota Jayapura.

Loading...
;

“Tahap ini masih berupa inventarisasi dengan menghimpun semua potensi perairan, kehutanan, pertanian, pesisir, sungai, dan perikanan yang merupakan bagian lingkungan termaksud pengelolaan infrastruktur,” jelas Wally.

Sementara, Dosen Biologi dan Lingkungan Hidup di Universitas Cenderwasih Jayapura, Basa Rumahorbo menyatakan, masalah air, sampah, dan pesisir pantai masih menjadi ancaman lingkungan hidup di Kota Jayapura.

“Lingkungan hidup di Kota Jayapura belum terkelola dengan baik, dan belum terpadu karena masing-masing instansi jalan sesuai dengan programnya masing-masing,” jelas Basa Rumahorbo.

Diakuinya, pencemaran dan kerusakan lingkungan semakin meningkat disebabkan oleh banjir dan longsor, maka inventarisasi perencanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dinilainya sangat penting dilakukan untuk pelestarian berkelanjutan.

“Lemahnya upaya ketegasan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang ada. Banyak warga yang membangun di kawasan konserfasi lingkungan hidup. Tingkat kesadaran kurang karena perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian masih lemah,” tutur Basa Rumahorbo. (*)

 

Editor      : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top