Investor tambang emas ilegal harus ditertibkan

Investor tambang emas ilegal harus ditertibkan

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize mengatakan, dalam penertiban tambang emas ilegal di Papua, yang mesti menjadi sasaran terlebih dahulu adalah para investor (pemodal).

Ia mengatakan, aktivitas tambang emas ilegal akan terus berlanjut selama masih ada pemodal yang membiayai atau membeli apa yang dihasilkan masyarakat dari menambang di beberapa daerah di Papua. 

Menurutnya, pemodal memodali (memfasilitasi) masyarakat menambang. Pemodal juga yang membeli emas hasil penambangan masyarakat di lokasi pendulangan (tambang rakyat) ilegal.

Yang dikhawatirkan kata Kaize, tidak hanya dampak lingkungan dari aktivitas penambangan ilegal di suatu wilayah, namun rawan terjadi gesekan antara masyarakat (penambang) dengan pihak lain.

"Jangan sampai pemodal itu, memberikan modal kepada masyarakat, kemudian masyarakat ribut dengan aparat keamanan dan pemerintah setempat, atau dengan pemilik ulayat lokasi penambangan," kata Kaize via teleponnya, Kamis (25/10/2018).

Selain itu katanya, pemerintah kabupaten dan provinsi tak mendapat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari keberadaan tambang emas ilegal di wilayahnya. 

"Makanya kami mendukung langkah Polda Papua yang menahan pemodal penambangan emas ilegal di Korowai," ujarnya.

Di Papua lanjutnya, kini marak penambangan emas rakyat, dan kebanyakan disebut ilegal karena belum ada aturan yang mengatur itu. 

Untuk itulah DPR Papua sedang menyiapkan draf Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus) pertambangan rakyat yang kini dalam tahapan konsultasi publik.

"Harus ada regulasi yang mengatur penambangan rakyat di Papua, agar pemerintah kabupaten, provinsi dan masyarakat pemilik ulayat area penambangan tidak merasa dirugikan," ucapnya.  

Sebelumnya, Senin (22/10/2018), Polda Papua menangkap Maharun Tarimakase alias Ungke (54 tahun), yang diduga pemodal tambang emas ilegal di wilayah Korowai.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M. Kamal mengatakan, Ungke ditangkap di Kabupaten Asmat, Senin (22/10/2018). Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti di antaranya emas seberat 110 gram, uang tunai Rp107,580 juta dan tiga unit helikopter sewaan yang digunakan dalam aktifitas penambangan.

"Penambang emas ilegal di Korowai memiliki 60 karyawan. Mereka terbagi dalam enam titik. Dalam sehari, penambang dapat menghasilkan 30 gram emas," kata Kombes Pol A.M. Kamal.

Menurutnya, yang bersangkutan melanggar pasal 161 jo 48 dan atau 158 jo 48 undang-undang nomor 4 tahun 2009, tentang minerba karena melakukan pengangkutan, membawa tanpa memegang surat izin usaha penambangan, dan produksi tanpa izin.

"Ancaman hukuman di atas lima tahun penjara dan denda lebih dari Rp 1 miliar," ucapnya. (*) 

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)