Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

IPAC: Jakarta perlu ubah strategi di Papua, data statistik riil penduduk kuncinya

Ilustrasi data jumlah penduduk di Papua oleh Dinas Sosial, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil – Jubi/dinkesos.papua.go.id

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Moanemani, Jubi – Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC), Sydney Jones, memandang kebutuhan atas sebuah strategi baru untuk menangani konflik di Papua sudah sangat mendesak. Strategi itu akan sangat bergantung pada data kependudukan di Papua yang lebih baik.

Menurut IPAC dalam rilis situsnya, Kamis (29/10/2019) pekan lalu,  penggelembungan statistik populasi di Papua telah menjadi sumber korupsi, konflik, dan perebutan kekuasaan. Namun tak seperti masalah-masalah terkait Papua lainnya, masalah ini memiliki jalan keluar yang lebih memungkinkan: pemerintah baru Jokowi dapat memastikan bahwa sensus penduduk tahun 2020 menghasilkan penghitungan yang akurat.

Dalam laporan terakhir IPAC yang berjudul “Numbers Matter: The 2020 Census and Conflict in Papua,” atau Angka Menentukan: Sensus 2020 dan Konflik di Papua, lembaga ini menganalisa konsekuensi data yang salah tak hanya meningkatkan korupsi namun juga berimplikasi keamanan. Khususnya di kawasan pegunungan tengah dimana gerakan pro Papua Merdeka lebih kuat dan politisi-politisi lokal banyak menaruh simpatinya, masalah penggelembungan penduduk ini sangat akut, tulis IPAC.

“Elit-elit Papua, khususnya elit-elit di kawasan pegunungan, telah dengan sengaja menggelembungkan angka (populasi) untuk mendapatkan lebih banyak uang dan kekuasaan. Lebih banyak jumlah penduduk di atas kertas dapat berarti alokasi anggaran yang lebih besar; jumlah kursi parlemen yang lebih banyak; serta basis politik yang lebih kuat,” tuding Deka Anwar, analis IPAC.

Loading...
;

Populasi riil orang Papua di pegunungan tengah, lanjut Anwar, boleh jadi kurang dari setengah jumlah pemilih yang diputuskan pada 2019.

“Namun tak ada yang mengeceknya,” ujarnya lagi.

Lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas sensus 2020, Biro Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di tingkat lokal memiliki data yang jauh berbeda terkait estimasi jumlah penduduk di level kabupaten. Dukcapil, tulis IPAC, yang lebih banyak jadi sasaran tekanan politik, menunjukkan angka-angka yang jauh lebih tinggi.

“Pemerintahn Jokowi yang baru memiliki kesempatan untuk mendapat gambaran yang lebih jelas soal populasi aktual, namun mereka berkejaran dengan waktu yang sempit,” lanjut IPAC.

Tantangan logistik terbesar adalah bagaimana mengirimkan tenaga terlatih ke daerah-daerah Papua yang jauh (pedalaman). Banyak kampung-kampung yang hanya bisa dicapai dengan helikopter atau berjalan kaki. Sementara kedua lembaga tersebut kekurangan staf ahli, khususnya di kawasan pegunungan tengah. Belum lagi bahasa-bahasa daerah setempat yang membutuhkan peran penerjemah.

“Seperti Nduga, konflik berkepanjangan dengan Organisasi Papua Merdeka berarti keamanan tenaga sensus juga tak bisa dijamin,” ujar Anwar.

Mengingat para pejabat lokal akan memertahankan angka-angka yang tinggi ini, IPAC menyarankan para petugas sensus harus independen, baik dari partai politik maupun struktur administrasi pemerintah setempat.

“Gereja-gereja, untuk sebagian besar wilayah Papua, dapat menjadi sekutu penting, kecuali dimana mereka diintegrasikan ke dalam struktur kekuasaan lokal,” lanjutnya.

Pemerintah nasional perlu memastikan BPS dan Dukcapil memiliki teknologi yang tepat guna, asisten teknis, dan perincian (situasi) keamanan, yang dibutuhkan untuk melakukan penghitungan sensus yang layak di daerah-daerah pedalaman.

Sebagai informasi, menurut catatan Dinas Sosial, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil dalam situsnya https://dinkesos.papua.go.id, jumlah penduduk Provinsi Papua (tanpa keterangan tahun) sebanyak 4.283.378 jiwa.

Sedangkan berdasarkan data BPS Papua, dalam situsnya papua.bps.go.id, sensus penduduk terakhir hanya sampai tahun 2010. Sementara sejak 2011 hingga 2020 data yang ada bersifat proyeksi. Proyeksi jumlah penduduk Provinsi Papua tahun 2019 menurut BPS tercatat 3.379.302 jiwa, dan proyeksi untuk tahun 2020 sebanyak 3.435.430 jiwa. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top