Izin budidaya ganja untuk medis di Vanuatu belum rampung

Izin budidaya ganja untuk medis di Vanuatu belum rampung

Ganja bisa dimasukkan dalam beragam terapi medis. – RNZI/AFP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Pemerintah Vanuatu belum mengeluarkan izin untuk perusahaan yang berencana mendirikan usaha ganja untuk medis di negara itu, jadi perusahaan yang berencana meluncurkan operasinya dianggap melakukannya secara ilegal.

Kementerian Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perikanan, dan biosekuriti (MALFFB) – salah satu dari tiga kementerian pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengawasi investasi ganja untuk keperluan medis di negara itu – belum mengembangkan kerangka hukum yang diperlukan untuk mengatur investasi baru ini.

Direktur Jenderal MALFFB, Moses Amos, kembali menegaskan hal ini di hadapan media lokal saat konferensi pers, bahwa ganja masih tetap dikategorikan sebagai obat terlarang di Vanuatu. Budidaya ganja juga dilarang.

“Kita masih perlu mengajukan beberapa kerangka hukum ke Parlemen. Kerangka kerja ini termasuk amendemen dari UU Narkoba Dangerous Drugs Act, yang harus disetujui Parlemen. Setelah diresmikan, harus ada amandemen hukum berikutnya yang mencakup UU Pertanian, Kesehatan, dan Hukum Pidana. Setelah semua proses ini diikuti dan selesai, baru kami bisa memberikan lisensi untuk perusahaan-perusahaan yang tertarik.”

Amos menegaskan, “pemerintah harus sangat berhati-hati” dan perlu menyusun kerangka hukum dan kebijakan yang tepat sebelum mengambil keputusan akhir, untuk menghindari persoalan-persoalan ke depannya.

Pernyataan ini menyusul sebuah perusahaan ganja bernama Tafea Industries, yang berencana untuk membuka usahanya di Provinsi Tafea bulan ini. Perusahaan itu bermaksud dikatakan berencana untuk mengubah namanya menjadi VanHemp dalam waktu dekat, namun ia belum menerima izin dari otoritas investasi di Vanuatu, Vanuatu Investment Promotion Authority (VIPA), dan VFSC.

Menurut Kementerian Pertanian, mereka telah menerima pernyataan berminat dari enam atau tujuh perusahaan yang berminat untuk berinvestasi dalam industri ini dan diskusi telah dimulai, namun belum ada dokumen apa pun yang ditandatangani, karena prosedur yang tepat masih harus dipertimbangkan.

“Mudah-mudahan, semua amendemen ini dapat diajukan di sidang berikutnya, karena hal ini akan memungkinkan kita untuk meneruskan diskusi dan perjanjian lebih lanjut dan memberikan lisensi kepada usaha-usaha.”

Menurut liputan RNZ Pacific, jumlah perusahaan asing yang berminat untuk investasi dalam budi daya ganja untuk medis di Vanuatu telah meningkat tahun ini, setelah Pemerintah Vanuatu menyatakan rencananya untuk memperbolehkan investasi khusus ini. Kondisi cuaca di Vanuatu memungkinkan tanaman ganja untuk bertumbuh tanpa memerlukan perawatan ekstra. (Daily Post Vanuatu)


Editor: Kristianto Galuwo

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)