Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jadwal referendum Kaledonia Baru diajukan

Kotak suara yang digunakan untuk referendum di Kaledonia Baru. – RNZI/ Walter Zweifel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Paris, Jubi – Referendum Kaledonia Baru berikutnya untuk menentukan kemerdekaannya dari Prancis, akan diadakan pada 30 Agustus atau 6 September tahun depan.

Hal ini diumumkan oleh Perdana Menteri Prancis, Edouard Philippe, di Paris setelah negosiasi antara penandatangan Perjanjian Nouméa yang mencapai 15 jam. Ia mengungkapkan kesulitan yang dihadapi dalam menetapkan kedua tanggal itu.

Philippe menambahkan jadwal yang tepat akan ditentukan dalam dua minggu ke depan, untuk memastikan agar masih ada waktu yang memadai untuk mempersiapkan kondisi referendum yang tuntas.

Pihak pro-kemerdekaan memulai pembicaraan untuk meminta referendum berikutnya diadakan sedekat mungkin dengan batasnya pada tanggal 4 November 2020, sementara seorang politisi anti-kemerdekaan terkemuka ingin agar referendum dipercepat Juli.

Loading...
;

Juga diputuskan dalam pembahasan itu adalah orang non-Kanak yang lahir di Kaledonia Baru, yang telah menetap di wilayah itu selama tiga tahun terakhir, tidak akan secara otomatis terdaftar untuk referendum tahun depan.

Dalam pemungutan suara tahun lalu, hampir 57 % memilih status quo.

Jika mayoritas pemilih kembali menolak merdeka dalam referendum tahun depan, referendum yang ketiga dapat diajukan oleh Kongres Kaledonia Baru dalam dua tahun setelah itu.

Sementara itu, surat kabar Prancis La Liberation telah menerbitkan surat terbuka yang ditandatangani oleh sekitar 100 orang, mendesak kemerdekaan Kaledonia Baru.

Kelompok itu, yang termasuk penulis-penulis tersohor dan juga mantan bintang sepak bola, Lilian Thuram, percaya hanya kemerdekaan yang menjamin perdamaian, stabilitas dan keadilan sosial.

Setelah Presiden Emmanuel Macron menyebut kolonialisme sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, kelompok itu menegaskan bahwa Prancis harus menindaklanjuti pesan-pesan seperti itu dengan perbuatan yang nyata, dan memungkinkan dekolonisasi pertama terjadi.

Perwakilan Kaledonia Baru dari parpol pro-kemerdekaan telah berkata, di hadapan PBB, bahwa referendum tahun lalu dinilai positif karena 80 % penduduk pribumi Kanak turut memilih.

Berbicara di New York, Mickael Forrest dari FLNKS berkata kepada komite dekolonisasi PBB, bahwa pergerakan partainya untuk kampanye merdeka juga didukung oleh orang-orang dari kelompok lain.

Ia juga mengecam apa yang dia sebut imigrasi besar-besaran ke Kaledonia Baru. Setelah Perang Dunia Kedua, Prancis memperluas hak memberikan suara untuk orang-orang Kanak, tetapi karena imigrasi terorganisasi pada dekade-dekade berikutnya, orang-orang Kanak adalah kelompok minoritas yang jumlahnya kurang dari 40% dari populasi Kaledonia Baru. (RNZI)


Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top