Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Jaga kebersihan Pasar Pharaa jangan hanya karena Go Adipura

Tumpukan sampah di Pasar Pharaa Sentani – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pengelolaan sampah di Pasar Pharaa Sentani sepertinya masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi para pemegang kebijakan di Kabupaten Jayapura. Tumpukan sampah yang menggunung di kompleks pasar tersebut seolah menjadi pemandangan biasa.

Pasar terbesar di Kabupaten Jayapura ini tak ubahnya seperti tempat pembuangan sampah yang luas bagi penjual, pembeli, dan masyarakat sekitar.

Ada sampah hasil bumi sisa jualan mama-mama Papua. Sampah karton dan plastik sisa bongkaran kios dan toko di pasar tersebut. Juga sampah rumah tangga yang sengaja dibawa warga masyarakat  dari rumahnya, saat mereka berangkat berbelanja ke pasar.

Sampah di Pasar Pharaa seakan tiada pernah habis. Selesai petugas membersihkan satu tumpukan sampah, sudah muncul tumpukan sampah yang lain, yang juga ‘minta’ diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Loading...
;

Terbatasnya jumlah petugas kebersihan dan armada pengangkut sampah, diklaim sebagai salah satu penyebab terus menumpuknya sampah di Pasar Pharaa.

Tiara, ibu dua anak yang sehari-hari berjualan di Pasar Pharaa Sentani, mengatakan pasar ini tidak pernah terlihat bersih lebih tiga sampai empat jam.

“Bagaimana mau bersih, petugas baru sapu saja, sampah sudah ada kembali, makanya orang pikir pasar ini kotor tidak pernah disapu,” kata Tiara, saat ditemui Jubi di lapaknya, Jumat (12/7/2019).

Tiara mengatakan tidak hanya mama-mama Papua yang buang sampah namun semua pedagang bahkan pengunjung juga menghasilkan sampah yang volumenya sama besar.

“Mereka yang dari toko dan kios buang sampah juga, mama-mama mereka juga buang sampah, terus yang datang ke pasar juga bawa sampah, jadi sama-sama menghasilkan sampah banyak. Jadi harus ada solusi untuk mengatasi sampah ini,” katanya.

Menurutnya, papan informasi dan imbauan yang dipasang dinas terkait di pasar tersebut tidak cukup mempan mengingatkan mereka yang biasa buang sampah tidak pada tempatnya.

“Bikin larangan saja itu tidak bisa, harus ada tindakan dan ajakan kepada setiap mereka yang ada di pasar dan yang datang, buang sampah basah di mana, sampah kering di mana, ludah pinang di mana, agar petugas itu mudah mengangkutnya,” ujar Tiara.

Frengki Gombo, seorang pengunjung pasar, mengatakan soal kebersihan pasar kembali kepada pengunjung, pedagang, dan petugas kebersihan di pasar tersebut.

“Saya biasa lihat petugas yang kerja itu sedikit, ini bersihkan pasar besar ini kalau jumlah yang sedikit itu bagaimana? Apakah dapat dibersihkan dalam 2 atau 3 jam kah? Kalau kurang harus tambah pekerja, itu biar kerja itu cepat,” katanya.

Gombo menambahkan kebersihan pasar itu penting bagi semua yang ada di pasar. Untuk itu yang harus memulai menjaga kebersihan itu mereka yang berjualan di pasar tersebut.

“Yang jualan dulu terapkan kebersihan itu. Jaga kebersihan ini jangan hanya karena Go Adipura, baru mau bersih-bersih. Jaga kebersihan harus dilakukan terus menerus,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top